
PMI Target Ekspor Darah 2014

Makassar (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) menargetkan stok darah mengalami surplus sehingga bisa melakukan pengiriman (ekspor) bagi negara-negara lain yang membutuhkan pada 2014.
Ketua PMI Kota Makassar Syamsu Rizal saat kegiatan donor Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PPID) di kampus Universitas Fajar Makassar, Jumat, mengatakan, pihaknya berharap komersialisasi darah dapat menarik lebih banyak pendonor.
"Ini tujuannya hanya sebagai apresiasi bagi para pendonor yang telah berbaik hati memberikan darahnya bagi individu lainnya. Jadi jangan hanya diberi nutrisi setelah mendonor, mungkin ada penghargaan lainnya yang lebih bernilai ekonomi," katanya.
Menurutnya, rencana pengembangan dan pengolahan darah tersebut semakin dimungkinkan, karena saat ini protein albumin yang kadarnya mencapai 60 persen dalam darah sudah bisa diproduksi dalam bentuk serum.
Ia mengatakan, proses itu semakin ditunjang dengan akan berdirinya pabrik kantong darah di Indonesia pada 2013.
Terkait dengan rangkaian donor darah PPID yang akan dilakukan di 10 kampus di Makassar, Syamsu mengatakan lebih bertujuan untuk mencari pendonor-pendonor baru yang lebih banyak. Terutama dari kalangan mahasiswa.
Kegiatan donor di Universitas Fajar berhasil mengumpulkan 100 kantong darah. Sehingga saat ini PMI total memiliki stok 657 kantong darah.
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengatakan, donor darah membuat sehat bagi pemberi dan menyembuhkan pihak yang sakit.
Menurutnya, darah tidak bisa diproduksi melalui pabrikan, sehingga satu-satunya jalan hanya melalui kegiatan donor.
"Tuhan maha kuasa tidak ada yang bisa membuat tiruan darah. Karena itu hanya bisa donor. Bank paling berharga itu bank darah," katanya. (T.KR-AAT/S016
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
