Logo Header Antaranews Makassar

Kerjasama Pemkot Manado-WMD Dikaji Ulang

Jumat, 21 Oktober 2011 10:56 WIB
Image Print

Manado (ANTARA News) - Pemerintah kota (Pemkot) Manado akan mengkaji ulang perjanjian kerja sama dengan PT Waterleidingmaatschappij Drenthe (WMD) Belanda, karena ada janji yang belum dipenuhi perusahaan tersebut.

"Hal tersebut akan kami bahas kembali, tidak bisa serta merta diputuskan begitu seja, karena hubungan yang disepekati antara pemerintah kota dan PT WMD dibahas bersama," kata Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Manado, Arnold Kewas di Manado, Jumat.

Kewas mengatakan pemerintah kota Manado akan mengkaji kembali "Memorandum Of Understanding" (MoU) yang dibuat, sebab banyak hal yang harus ditimbang-timbang dulu mengenai hal tersebut tidak bisa langsung diputuskan begitu saja.

"Kami membahas kembali hubungan kerjasama ini, karena memang ada juga janji yang belum ditepati oleh PT WMD seperti air langsung minum tidak ada dan banyaknya kebocoran air di sana sini, inilah yang kami bicara sekarang," kata Kewas.

Mengenai hutang PT Air ke WMD sebesar RP172 miliar, menurut Kewas itu akan diaudit dulu, untuk memastikan kebenarannya, karena PT Air itu merupakan perusahaan hasil kerjasama PDAM Manado dan WMD.

Ketua Komisi A DPRD Manado, Udin Musa, mengatakan hutang PT Air yang membengkak hingga Rp172 miliar, harus ditelusuri darimana datangnya, kenapa bisa demikian besar, sementara masih banyak kebocoran sana-sini.

Musa mengatakan kalau ada yang mengatakan hutang ke WMD sebesar Rp172 miliar itu bohong, karena PT Air itu adalah hasil kerjasama antara PDAM dan mereka, justru mereka yang banyak ingkar janji.

Musa juga mengatakan PT WMD sudah ingkar janji kepada pemerintah dan masyarakat Manado, sehingga hubungan kerjasama dengan mereka harus ditinjau kembali, jika memang memungkinkan diputuskan saja.

"Saya juga mengusulkan supaya hutang yang disebut-sebut dengan angka yang demikian besar itu diaudit apakah memang benar angkanya sebesar itu, saya itu tidak benar," kata Musa.

PT Air Manado lahir sebagai hasil "join venture" dari WMD dan PDAM Manado, dengan pembagian saham 51-49, dan PDAM sebagai wakil pemerintah sebagai pemegang saham, di perusahaan tersebut. (T.pso-113/B/A034)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026