
Tiga Calhaj Sultra Batal Berangkat

Makassar (ANTARA News) - Tiga dari 360 jamaah calon haji (JCH) asal Sulawesi Tenggara (Sultra) batal diberangkatkan dari Embarkasi Sultan Hasanuddin Makassar setelah beberapa persyaratan tidak dipenuhi para calon haji.
"Berdasarkan data manifest dari sistem komputer haji terpadu (Siskohat) jika tiga dari 360 itu batal diberangkatkan menunaikan ibadah haji karena sedang berhalangan," ujar Kepala Sub Bagian Data dan Informasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sulawesi Selatan Muhammad Tonang di Makassar, Senin.
Ia mengatakan, ketiga calon haji yang dipastikan tidak ikut dalam kelompok terbang (kloter) 27 asal Sultra yakni, Mukhtar Makkaratte Laide (62), Suhe Saniga Maddode Mabela, dan Ambo Tang Kase.
Ketiga calon haji itu mengalami sakit serius dan berisiko tinggi untuk diberangkatkan. Mukhtar Makkaratte salah satu dari ketiga yang sakit didiagnosa sedang stroke pada saat tiba di Makassar.
Mukhtar yang mempunyai tekanan darah hingga 400 lebih langsung dirujuk ke Klinik Asyifa Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Makassar yang berada dalam Pemondokan Asrama Haji Sudiang Makassar.
"Setelah mendapat penanganan selama tiga hari di klinik KKP Asrama Haji Sudiang, Mukhtar langsung dibawa pulang ke kampung halamannya. Sedangkan untuk yang dua calon haji itu sudah dilaporkan sakit sebelum transit di Makassar," katanya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sultra, KH Muhdar Bintang mengatakan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sultra, untuk tahun 2011 ini memberangkatkan sekitar 1.852 calon haji.
Dari jumlah itu, PPIH telah membaginya dalam enam kelompok terbang (kloter) yakni, kloter 24, 25, 26, 27, 28 dan 29.
Pada kloter 24 sampai kloter 27 semua diisi oleh calhaj asal Sulta. Sedangkan pada kloter 29 berdasarkan jadwal yang dikeluarkan PPIH Embarkasi Sultan Hasanuddin Makassar, calhaj Sultra akan bergabung dengan calhaj asal Makassar dan Wajo.
Adapun di kloter 46 atau kloter pemberangkatan terakhir calhaj asal Sultra akan bergabung dengan calhaj asal Soppeng, Luwu, Takalar dan Makassar.
Dia mengungkapkan, setiap calhaj asal Sultra dibebani biaya transport lokal sebesar Rp 2.573.000. Dana tersebut digunakan antara lain untuk transport pesawat dari Sulawesi Tenggara ke Makassar. (T.KR-MH/E001)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
