Logo Header Antaranews Makassar

Bulog Jamin Beras Aman Tiga Bulan

Senin, 24 Oktober 2011 21:04 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Sub Divre Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menyatakan menjamin stok beras di gudang sebanyak 1.453 ton mencukupi kebutuhan masyarakat Mamuju dan Mamuju Utara untuk tiga bulan ke depan.

"Saat ini kami gencar menyerap beras dari petani melalui mitra Bulog yang ada di daerah ini. Bahkan, jumlah stok beras yang telah tersimpan di gudang sudah bisa memenuhi kebutuhan hingga Januari 2012 mendatang," kata Kepala Bulog Sub Divre Mamuju Sabaruddin Amirullah di Mamuju, Senin.

Oleh karena itu, kata dia, masyarakat Mamuju dan Mamuju Utara tidak perlu ragu akan terjadi kekurangan beras untuk menghadapi hari-hari besar keagamaan seperti Idul Adha, Natal dan Tahun baru.

Menurut dia, Bulog mempercepat melakukan pembelian beras agar petani yang ada di daerah ini bisa lebih cepat berdaya.

"Bulog harus bekerja lebih cepat untuk membeli hasil produksi petani melalui mitra yang telah ada. Ini dilakukan untuk memotivasi petani bisa lebih cepat berdayaguna dalam rangka menutupi beban ekonomi petani kita," katanya.

Ia mengatakan saat ini Bulog kembali menyerap beras petani untuk menjaga stok beras raskin 13 yang disalurkan setiap akhir tahun.

"Raskin 13 juga telah kami siapkan yang nantinya disalurkan pada setiap akhir tahun. Sistem penyaluran raskin 13 ini dibayar tunai bagi masyarakat prasejahtera yang membutuhkannya," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, isu terjadinya kekurangan pangan tidak perlu ditanggapi secara serius karena produksi beras petani di Mamuju ini sudah sangat mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.

"Memang pada musim kemarua telah terjadi gagal panen. Namun begitu, hasil produksi beras yang ada di daerah sentra penghasil beras di Mamuju sudah mampu menutupi kebutuhan masyarakat yang ada di dua kabupaten ini," katanya.

Ia mengatakan jika nantinya terjadi gejolak harga yang tidak wajar jelang memasuki hari raya maka tentu jajaran Bulog akan melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah untuk melakukan operasi pasar.

"Kita lihat saja nanti apakah terjadi gejolak atau tidak. Jika harga beras tidak wajar di pasaran maka kami pasti turun tangan untuk menstabilkan harga," kata Sabaruddin. (T.KR-ACO/M008)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026