Logo Header Antaranews Makassar

DKCS Polman Target E-KTP Rampung 60 Persen

Selasa, 1 November 2011 18:20 WIB
Image Print

Polman, Sulbar (ANTARA News) - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DKCS) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mengaku realisasi Kartu Tanda Pendudukan Eletronik (E-KTP) di daerah itu hanya mampu sekitar 60 persen hingga akhir 2011.

Kepala DKCS Polman, Sarja di Polman, Selasa, mengatakan meskipun Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mengimbau kepada seluruh kabupaten/kota penerima program E-KTP agar merampungkan akhir tahun, namun target tersebut disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

"Kami sadar, dalam rapat umum yang diikuti seluruh penerima E-KTP di Indonesia, Kemendagri meminta mengejar target penyelesaian, namun juga telah menyampaikan bahwa upaya yang akan dilakukan tidak terlepas dari kondisi rill di lapangan," ungkapnya.

Ia mengatakan, telah memasang target rasional sebesar 60 persen dan tetap akan mengupayakan agar target tersebut bisa dilampaui. Pada lain hal yakin terget 60 persen telah dianggap sangat maksimal dan diupayakan agar tidak kurang.

Hingga 31 Okteober 2011, telah mencapai terget realisasi E-KTP sebanyak 7,3 persen atau sebesar 21.936 ribu warga dari target sebesar 299 ribu warga yang temasuk sebagai wajib KTP pada 16 kecamatan dan 167 desa dan kelurahan di Polman.

"Kami masih memiliki sisa waktu 50 hari untuk memaksimalkan pelaksanaan E-KTP ini dan dirata-ratakan sekitar 2.754 wajib KTP yang bisa terlayani setiap hari," ujarnya.

Jika dikalkulasi dan dijumlahkan dengan realisasi hingga saat ini maka diperkirakan akan dicapai sebesar 60 persen lebih, jelas Sarja.

Untuk itu, harapnya, warga diminta untuk tetap memperhatikan haknya sebagai warga negara yang memiliki kewajiban mendaftarkan diri dalam program E-KTP ini agar maksimalisasi penerapan bisa melebihi target.

Sebab, tanpa peran aktif warga yang tidak terdaftar untuk segera mendaftarkan dirinya pada masing-masing lokasi pembuatan KTP eletronik ini, DKCS akan lebih sulit melampaui target yang ditetapkan tersebut.

"Kami juga tidak ingin menetapkan target jika tidak sesuai dengan kemampuan dan kondisi lapangan, sebab hingga saat ini masih sangat banyak kendala dihadapi dan kekurangan tersebut tentunya sedang diupayakan untuk segera ditanggulangi," ujar Sarja.

Dia mengaku, beberapa peralatan yang telah didistribusikan dari pusat dalam keadaan rusak sehingga beberapa kecamatan diakui belum bisa terlaksana sebab harus menunggu pengajuan distribusi ulang untuk mengganti peralatan tersebut.

Beberapa peralatan yang rusak diantaranya adalah alat diteksi retina mata serta alat diteksi tandatangan eletronik yang seharusnya telah digunakan untuk mempercepat realisasi, namun lagi-lagi harus menyita waktu untuk pengajuan kembali. (T.PSO-284/K005)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026