
DPRD Sulsel Segera Panggil PLN

"kita rapat internal (komisi D) membahas itu. Kita tentukan waktu tepat untuk memanggil PIHAK PLN. Karena saat ini agenda DPRD padat," kata ketua komisi D DPRD Sulsel Hery Suhari Attas di Makassar, Jumat.
Menurut dia, pemadaman bergilir disebabkan PLN Sulselrabar tidak belajar dari pengalaman krisis listrik tahun-tahun sebelumnya yang rutin terjadi saat musim kemarau.
Kemarau membuat debit air di waduk bakaru berkurang, dan hanya mampu memutar satu dari dua mesin pembangkit yang ada.
Kesalahan lain PLN, lanjut politisi Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) ini, adalah melayani pemasangan sambungan baru disaat cadangan listrik minim, apalagi tidak diimbangi dengan penambahan energi listrik.
Hal lain yang disoroti Hery adalah proyek baru energi listrik di Sulsel yang tidak selesai sesuai target, seperti PLTU berkapasitas 2x50 MW di kabupaten Barru dan PLTU berkapasitas 2X125 MW yang dibangun swasta di Jeneponto.
"Proyek pembangkit-pembangkit baru harus dipacu, khususnya yang di Barru karena itu proyeknya PLN. Harusnya sudah selesai tahun ini. Saya mau kejar itu," ucapnya. (T.pso-099/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
