Logo Header Antaranews Makassar

Pemutih Gigi Bisa Sebabkan Gigi Rapuh

Jumat, 11 November 2011 03:14 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Hati-hati menggunakan pemutih gigi sebab bila keseringan, bisa menyebabkan gigi rapuh.

Pesan itu disampaikan drg Eka Erwangsah, M.Kes, Sp.Ort ketika berbicara pada seminar Peningkatan Peran Masyarakat untuk Mencegah Efek Pelayanan Kesehatan di Bantaeng, Kamis.

Eka Erwangsah yang mengangkat tema Trend Behel Masa Kini, Perawatan atau Gaya Hidup mengatakan, penggunaan pemutih gigi boleh saja, tetapi tidak boleh keseringan. "Lakukan sekali dalam setahun agar gigi tidak rusak," ucapnya.

Ia mengemukakan pentingnya seorang pasien memperhatikan peralatan yang digunakan dokter. "Jangan sampai peralatan yang digunakan tidak hygienis karena bisa menimbulkan penyebaran infeksi, terlebih dengan banyaknya penderita HIV Aids," urainya.

Tentang penolakan dokter melakukan pencabutan gigi pasien dalam kondisi sakit, ia mengatakan, umumnya dokter tidak ingin mengambil risiko terhadap pasien karena pasien yang dalam kondisi sakit gigi bisa terjadi penyebaran infeksi hingga ke jantung.

"Makanya, saat pasien masih dalam kondisi sakit gigi, dokter menolak melakukan pencabutan," ujar Eka pada seminar dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-47 yang dibuka Ketua Tim Penggerak PKK Hj Lies F Nurdin.

Menjawab pertanyaan, ia mengatakan, pemasangan berlian dan sejenisnya pada gigi tidak berisiko selama bahan yang digunakannya benar-benar bahan yang bagus, terutama lem yang digunakan.

Tentang pemakaian behel, ia menyarankan pentingnya identifikasi. "Lakukan identifikasi terlebih dahulu melalui foto rontgen karena ini juga terkait dengan kematangan biologis seorang pasien," urainya.

Penggunaan behel untuk perawatan ataupun untuk gaya harus menggunakan bahan yang sesuai agar tidak menimbulkan efek. Karena itulah, seorang dokter harus bisa mengidentifikasi dan memastikan keluhan pasiennya.

"Tanyakan kepada pasien, perawatan atau untuk gaya karena alatnya berbeda," tambahnya seraya mengemukakan alasan penggunaan behel diantaranya untuk penampilan, alasan pekerjaan.

Selain itu, karena alasan ada gangguan saat berbicara, terutama saat mengucapkan kata tertentu, gangguan saat mengunyah, nyeri rahang, sakit kepala yang tidak sembuh atau karena kerusakan gusi akibat gigi salah posisi.

Untuk perawatannya Eka menyarankan pentingnya menjaga kebersihan mulut, kesehatan umum dan kerjasama dengan pasien. (T.KR-HK/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026