
DITEMUKAN TEWAS DALAM SUMUR

Makassar, 11/11 (ANTARA) - Andi Abubakar (60), warga Komplek Perumahan Dosen (Perumdos), Tallo, Makassar, ditemukan tewas dalam sumur, di Makassar, Selasa.
Mayat korban ditemukan dalam sumur bagian belakang rumah milik Prof Akhmad. Penemuan mayat ini membuat warga komplek jadi geger, karena mayat tersebut diduga sudah tewas selama seminggu lebih.
Alex (70), salah satu tokoh masyarakat komplek perumdos mengatakan, sejak seminggu ini dirinya tidak pernah lagi melihat korban.
"Saya kadang ngobrol-ngobrol dengan Andi, karena kami sama-sama orang tua, apalagi Andi hanya tinggal berdua dengan TH, dalam rumah peninggalan Prof Akhmad mantan dosen Unhas," katanya.
Menurut Alex yang juga mantan Ketua RT di komplek tersebut, setelah Prof Akhmad meninggal beberapa tahun silam, rumahnya itu hanya dihuni oleh keluarganya yakni, Andi Abubakar dan TH.
"Antara korban dengan TH hanya sebatas ipar karena keduanya diberikan amanah sama Prof Akhmad untuk menjaga rumah tersebut, karena semua anaknya sudah tidak tinggal di Makassar lagi," ujarnya.
Awalnya, warga komplek juga bertanya-tanya karena sudah seminggu tidak pernah melihat korban. Selasa (11/11) pagi, salah seorang tetangganya yang sedang menyapu halaman rumahnya mencium bau tidak sedap yang menyengat.
Tetangganya itu pun mulai mencari sumber aroma tidak sedap itu. Setelah menelusuri bau tersebut, ternyata berasal dari belakang rumah milik Prof Akhmad, kejadian itu pun dilaporkan ke tetangga lainnya dan ke Polsekta Tallo.
Aparat polisi dari Mapolresta Makassar Timur dan Polsekta Tallo yang turun ke tempat kejadian perkara (TKP) kemudian membuat police line (garis polisi) di sekitar rumah tua tersebut.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan beberapa kejanggalan. Di dekat sumur ditemukan bercak darah yang telah lama mengering dan di atas sumur tua itu ditutupi dengan kandang burung sehingga aroma tidak sedap itu tidak terlalu tercium.
Usai mengumpulkan bahan keterangan (Baket) polisi kemudian mengamankan TH dan memeriksanya di Polsekta Tallo. Polisi kemudian melakukan penyisiran di rumah TH yang juga tidak jauh dari rumah milik Prof Akhmad.
Di rumah TH di komplek Perumdos blok L ini ditemukan tiga lembar baju yang masih memiliki bercak-bercak darah dan sejumlah kuitansi utang-piutang.
Kanit khusus Mapolresta Makassar Timur, Iptu Sugeng didampingi Kepala SPK, Aiptu Ambadatu mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.
"Yang tinggal dalam rumah ini hanya korban dan keluarganya, Taufik. Keduanya ditugaskan menjaga rumah tersebut. Taufik sendiri telah dimintai keterangannya di Mapolsekta Tallo," katanya.
Sementara itu, proses evakuasi korban membutuhkan waktu selama enam jam, dari pukul 08.30 - 14.30 Wita. Polisi harus berkoordinasi dengan tim Search and Rescue (SAR) untuk mengevakuasinya dari dalam sumur.
"Kita tidak bisa sembarangan mengangkatnya karena jika kita tarik dengan menggunakan tali pasti akan putus, jadi kita memang membutuhkan orang yang ahli untuk mengangkatnya dari dalam sumur," ujarnya. ***7***
(T.PK-MH/B/F003/F003) 11-11-2008 17:30:41
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
