
Korban Puting Beliung Mengadu ke DPRD

"Kita ini dalam keadaan bingung dan pihak kelurahan hanya mendata data-data. Pemerintah tidak turun dan belum ada peninjauan apalagi pemberian bantuan," kata Sukirman salah satu warga di Makassar, Senin.
Dari data korban angin puting beliung, lanjut Sukirman, dilakukan atas dasar inisiatif warga. Hal itu didasari atas lambannya aparat pemerintah setempat melakukan pendataan.
"Kenapa pihak kelurahan tidak turun pada saat kejadian Sabtu lalu mendata korban, ada data mereka tapi tidak valid. Warga terpaksa mengutang untuk menutupi rumahnya, mereka sudah bosan menunggu bantuan makanya ke DPRD, "ungkapnya.
Anggota Laskar Merah Putih Makassar, Samsul, mengaku pendataan dilakukan atas dasar fakta di lapangan dengan jumlah korban yang terkena musibah.
"Hal itu kita lakukan agar bantuan tidak salah sasaran seperti kejadian sebelum-sebelumnya yang terjadi di Makassar. Banyak warga yang layak dibantu malah tidak dapat bantuan,? paparnya.
"Saya sudah konfirmasi ke kepala BPBD dan rencananya akan segera turun bersama Wali Kota Makassar besok, " katanya.
Terkait dengan keterlambatan bantuan yang turun kepada korban, kata dia, pendataan dari pihak kelurahan dan kecamatan yang terkena musibah belum sepenuhnya rampung sehingga pelaporan di Dinas Sosial Makassar melambat.
"Saya dan Dinsos sudah turun ke lokasi, kenapa terlambat karena data belum sepenuhnya masuk dari kelurahan dan kecamatan yang terkena angin puting beliung, itu yang saya terima laporannya makanya dinsos tidak menurunkan bantuan secara serentak kalau tidak ada data falid, "akunya.
Anggota DPRD Makassar lainnya, Rahman Pina yang juga terpilih di Dapil V (Panakkukang -Manggala) bersamaan dengan Hamzah Hamid mengatakan, telah menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk mengirmkan bantuan makanan dan tenda darurat.
Kepala BPBD Makassar Ismunandar mengaku, dari data sementara yang di masukkan Kecamatan Manggala sebanyak 289 rumah. Dan rencananya, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin beserta instasi terkait akan melakukan kunjungan sekaligus memberikan bantuan kemanusiaan.
Sebelumnya, hujan disertai angin puting beliung menyapu puluhan rumah bahkan sebagaian rata dengan tanah di dua Kecamatan Manggala dan Panakukang pada Sabtu (26/11) sekitar pukul 14:00 hingga 16:00 Wita, kerugian ditaksir ratusan juta rupiah dn puluhan warga kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa itu. (T.PSO-282/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
