
Sulsel Optimistis Tambah Atlet PON

Makassar (ANTARA News) - Pengprov Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Sulawesi Selatan optimistis bisa meloloskan lebih banyak atlet ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau 2012.
Sekretaris Umum PJSI Sulsel Azis Parassa, di Makassar, Jumat, mengatakan, pihaknya masih memiliki sejumlah atlet yang berpotensi meraih tiket PON pada kejuaraan nasional Kartika Cup awal Februari 2012.
Menurut Azis, tim judo Sulsel hingga kini baru mengamankan tiga tiket PON melalui Satriani (-45 kg), Aditya Wahyudi (-60kg) serta Fanny Pie yang turun di kelas +78kg putri.
"Kita masih punya harapan dari Ikhlas Zainal (-73kg), M Saleh(-81kg), serta Suharno. Jika ketiganya mampu menempati posisi empat di kejurnas nanti maka dipastikan tampil memperkuat Sulsel di PON nanti," jelasnya.
Mengenai kekuatan lawan di kejurnas Kartika Cup, menurut Azis, akan jauh lebih berat. Alasannya, kejurnas tersebut merupakan kesempatan terakhir setiap daerah untuk mendapatkan tiket PON.
Untuk itu, lanjut Azis, pihaknya mengaku telah menyiapkan antisipasi dengan menggelar persiapan yang lebih matang.
"Seusai tampil di kejurnas Kapolri Cup Oktober lalu kita langsung menjalankan program latihan secara rutin. Mudah-mudahan persiapan yang lebih matang membuka peluang kita makin besar," katanya.
Sekretaris Umum KONI Sulsel Nukhrawi Nawir, meminta agar tim judo Sulsel bisa mempertahankan prestasi seperti PON XVII Kaltim 2008. Ketika itu, tim Sulsel mampu meraih satu emas, satu perak dan satu perunggu.
Terkait kondisi tim judo Sulsel yang baru meloloskan tiga atlet, menurut Nukhrawi, bukan halangan untuk tidak mempersembahkan yang terbaik.
"Jumlah atlet judo Sulsel yang lolos memang lebih sedikit dibandingkan PON XVII Kaltim 2008 sebanyak lima atlet, namun kita tetap berharap kondisi itu bukan jadi alasan untuk tidak tampil maksimal," ujarnya.(T.PSO-283/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
