
Agung Lestari Perluas Usaha ke Bantaeng

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - PT Agung Lestari Sumba Timur Plantation kini mengembangkan usaha pembibitan kapas ke Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, setelah berhasil mengembangkan benih inti kapas di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Pengembangan kapas jenis Karisma yang memanfaatkan teknologi Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) tersebut untuk memenuhi kebutuhan bibit bagi pengembangan tanaman kapas di Sulsel.
Presiden Direktur PT Agung Lestari Sumba Timur Plantation, Tan Prayitno saat diterima Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di Bantaeng, Selasa, mengatakan, pengembangan tanaman kapas sangat penting untuk mengurangi impor.
Untuk mewujudkan hal itu, diperlukan lahan seluas 300 hektare. Karena itulah, ia berharap, rencana pengembangan ke Bantaeng ini bisa terwujud untuk memenuhi kebutuhan di Sulsel.
Pengembangan ke Bantaeng, ucap Tan Prayitno, juga akan menekan biaya dibandingkan mendatangkan bibit dari NTB yang masih harus melalui proses fumigasi yang juga membutuhkan waktu.
Menurut Tan Prayitno, benih yang diproduksi di Bantaeng akan ditanam di Gowa, Takalar, Jeneponto, Bulukumba dan berbagai daerah lainnya di Sulsel.
Selain pengembangan benih kapas Karisma, perusahaan swasta nasional tersebut juga ingin mengembangkan industri pakan ternak untuk membantu pengembangan ternak di Sulsel.
Dengan potensi hijauan alam yang tersedia, industri pakan dan penggemukan ternak sapi maupun kuda akan lebih mudah, urai Tan yang berharap, industri ternak ini dapat dikembangkan lebih jauh hingga industri pengalengannya.
Untuk industri ternak tersebut, limbahnya juga bisa dimanfaatkan untuk pengembangan pupuk.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik keinginan perusahaan swasta nasional berinvestasi di wilayahnya.
Menurutnya, keinginan investor dari Jakarta ini seiring dengan program Pemda yang ingin menjadikan Bantaeng sebagai Kabupaten Benih Berbasis Teknologi.
Untuk memudahkan rencana tersebut, Bupati didampingi Sekda HM Yasin, Kadis Pertanian dan Peternakan H Syamsu Alam, Kadis Perindagtamben H Abd Gani, Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu H Maula Akil, Kabag Perekonomian, Ratna Lantara dan sejumlah pejabat lainnya.
Menurut Bupati, pengembangan benih kapas juga seiring dengan pembangunan industri pupuk oleh BPPT. Karena itu, ia berharap sinergi dalam pengembangannya sehingga bibit yang dihasilkan benar-benar merupakan bibit unggul.
Tentang perizinan, Bupati menjamin penyelesaiannya dalam waktu singkat tanpa bayaran.
Beberapa industri sebelumnya juga memproduksi produk spesifik, termasuk industri pengolahan bakso ikan talas yang kini diproduksi PT Global Seafood International Indonesia (GSII).
Untuk mempercepat pembangunan industri pakan dan pengembangan benih kapas tersebut, Bupati berharap segera dilakukan pembagian tugas agar jelas siapa mengerjakan apa dan pada akhirnya terwujud sebuah industri yang dapat menyerap tenaga kerja, urainya. (T.KR-DFF003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
