
Wakil Ketua MPR minta pemerintah serius tentang kemandirian kedelai

Jakarta (ANTARA) -
"Saya kira pemerintah harus serius soal kemandirian komoditas kedelai ini dan menjaga 'iron stock' untuk menjamin 'supply'. Hal ini sangat beralasan karena tahu dan tempe telah menjadi bagian melekat dari kehidupan rakyat. Tanpa adanya tahu dan tempe, rasanya ada yang kurang dari masakan yang tersaji. Inilah fakta yang mesti diperhatikan betul-betul oleh pemerintah," kata Syarief dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, kedelai yang merupakan bahan dasar tahu dan tempe mengandalkan impor, sehingga harga kedelai ini sangat bergantung pada dinamika pasar global.
"Inilah yang membuat harganya sangat fluktuatif dan mempengaruhi perajin tahu dan tempe di Indonesia. Pemerintah harusnya punya mitigasi dan strategi yang tepat menyikapi hal ini," kata Syarief.
Menteri Koperasi dan UKM di era Presiden SBY ini mengungkapkan bahwa mayoritas perajin tahu dan tempe adalah pelaku UMKM.
Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
