
Dinas TPHP Sulsel jamin stok pupuk bersubsidi aman pada 2022

Makassar (ANTARA) - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan ( TPHP ) Sulsel menjamin stok pupuk bersubsidi selama musim tanam 2022 dinyatakan aman sesuai alokasi yang diberikan pemerintah pusat.
“Setiap tahun ada alokasi sesuai dengan keputusan gubernur. Isu pupuk bersubsidi menjadi domain sentral. Ada aplikasi dan itu ada,” kata Kepala TPHP Sulsel, Muhammad Firda di Makassar, Rabu. Dia menjelaskan , untuk pupuk bersubsidi, kuota atau jatah sudah ditetapkan, termasuk harganya setiap tahun. Padahal, Kementerian Pertanian mendistribusikan ke kabupaten-kabupaten sesuai peruntukannya mengacu pada penetapan Harga Eceran Tertinggi ( HET ).
Soal masalah kelangkaan pupuk, kata dia, pada dasarnya tidak ada kelangkaan karena sudah ada alokasi kebutuhan dari kelompok tani di setiap daerah.
Dari data alokasi pupuk bersubsidi tahun 2022 yang diberikan pemerintah pusat untuk 24 kabupaten kota di Sulawesi Selatan, tercatat sebanyak 349.478 ton dengan rincian, pupuk Urea sebanyak 335.643 ton, SP-36 sebanyak 20.689 ton, pupuk ZA sebanyak sebanyak 24.548 ton, NPK Phonska sebanyak 160.908 ton, Pupuk Formula Khusus NPK sebanyak 2.466 ton, dan Pupuk Organik Granular sebanyak 27.781 ton.
Sejauh ini stok pupuk bersubsidi yang masih tersedia hingga 17 Februari 2022 di Sulsel tercatat 123.954 ton. Rinciannya, Pupuk Urea sebanyak 58.302 ton, NPK31.192 ton, SP-36 3.830 ton, Pupuk ZA 28.905 ton, Pupuk Organik 1.725 ton.
“Kami juga mendapatkan pupuk cair dari alokasi APBD, tidak hanya untuk sektor beras tetapi juga untuk perkebunan. Kalau ada pupuk subsidi kuota, itu usulan dari masyarakat petani,” imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah, pemilik distributor pupuk bersubsidi, CV Mulia, Nurlia Sulaiman mengatakan, stok pupuk bersubsidi sudah tersedia. Pendistribusian juga sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian ( Permentan ) nomor 41 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri Perdagangan ( Permendag ) nomor 15 Tahun 2013.
Hingga saat ini, kata dia, petani belum menerima laporan pengaduan tentang kekurangan pupuk.Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi dan pembinaan secara langsung ke seluruh kios dan mitra sebagai distributor pupuk.
“Kami terus mengingatkan mitra kami bahwa pemberian HET harus dilakukan di setiap kios tanpa alasan apapun. Meski masih ada tambahan ongkos kirim,” ujarnya
Pupuk tersebut didistribusikan oleh dua anak perusahaan, yakni PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Petrokimia Gresik. Sejak pertengahan Februari 2022, Pupuk Indonesia telah menyalurkan 90 ribu ton pupuk bersubsidi atau 16 persen.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
