Logo Header Antaranews Makassar

Jenazah Briptu Ronald Diterbangkan ke Manado

Rabu, 8 Februari 2012 15:14 WIB
Image Print

Timika (ANTARA News) - Jenazah Briptu Ronald Sopamena (35), anggota Brimob Detasemen B Polda Papua yang gugur saat kontak tembak dengan kelompok bersenjata tak dikenal di Tanggul Timur hutan Kali Kopi, Timika, Selasa (7/2), Rabu siang diterbangkan ke Manado.

Jenazah akan diterbangkan menggunakan pesawat Batavia Air tujuan Manado, Sulawesi Utara untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Sebelum jenazah Briptu Ronald diberangkatkan ke Manado, digelar upacara militer pemberangkatan jenazah yang dipimpin langsung Kapolda Papua, Irjen Pol Bigman Lumban Tobing bertempat di Markas Komando Brimob Detasemen B Polda Papua Jalan Agimuga, Mil 32, Distrik Kuala Kencana, Timika.

Hadir dalam acara tersebut, Komandan Satuan Brimob Polda Papua Komisaris Besar Polisi Kombes Sugeng Hariyanto, Kapolres Mimika AKBP Denni Edward Siregar, Komandan Satgas Pengamanan PT Freeport Indonesia AKBP Alex Louw, Komandan Detasemen B Brimob Polda Papua Kompol Yustanto dan sejumlah perwira di lingkungan Polres Mimika dan Detasemen B Brimob Polda Papua.

Juga hadir ratusan anggota Brimob Detasemen B Polda Papua, anggota Polres Mimika, Tim Gegana Brimob Mabes Polri dan Satuan Pelopor Brimob Mabes Polri yang tergabung dalam Satgas Pengamanan PT Freeport.

Seusai upacara militer di Markas Komando Brimob Detasemen B Polda Papua, peti jenazah Briptu Ronald dibawa menuju Bandara Mozes Kilangin Timika menggunakan mobil ambulans diiringi rekan dan para kerabat korban.

Sejumlah rekan dan kerabat korban terlihat menangis saat isteri almarhum beserta tiga putra-putrinya yang masih kecil turun dari mobil di Bandara Mozes Kilangin Timika.

Suasana duka kian terlihat saat sejumlah warga Suku Kamoro dari Kampung Mupuruka, Mimika Barat datang ke Bandara Timika untuk mengantar kepergian almarhum Briptu Ronald.

Almarhum Briptu Ronald pernah bertugas di Mupuruka dan Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah pada awal tahun 2000-an. Ia dikenal sangat dekat dengan masyarakat setempat. Bahkan beberapa putra asli Suku Kamoro dari Kampung Mupuruka disekolahkan oleh Briptu Ronald hingga menyelesaikan pendidikan strata satu.

"Almarhum sangat baik kepada masyarakat. Ada banyak anak-anak dari kampung yang ia sekolahkan. Almarhum membiayai pendidikan saya mulai dari SMK Tunas Bangsa Timika hingga kuliah di FKIP Universitas Sam Ratulangi Manado. Kami sangat merasa kehilangan," tutur Mozes Muipia, salah satu anak angkat Briptu Ronald yang saat ini menjadi Guru SD Mupuruka.

Briptu Ronald tewas saat terjadi kontak tembak antara Tim Tindak Brimob Detasemen B Polda Papua yang dipimpin Kompol Yustanto dengan kelompok bersenjata tak dikenal di Tanggul Timur kawasan hutan Kali Kopi, Selasa.

Almarhum yang mengenakan rompi antipeluru dan helm baja terkena tembakan peluru tajam pada lengan kanan hingga tembus rusuk kanan dan paru-parunya.

Almarhum Briptu Ronald meninggalkan seorang isteri dan empat orang anak yang masih kecil. (T.E015/Z003)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026