
Hipmi Sulsel Target 1.500 Pengusaha Indonesia

Makassar (ANTARA News) - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Sulawesi Selatan menargetkan 1.500 pengusaha muda se Indonesia pada acara National Student Entrepreneur Summit (NSES) 2012 yang akan diselenggarakan di Makassar.
"Target kami 1.500 entrepreneur muda yang ada di sejumlah perguruan tinggi Indonesia akan hadir dalam kegiatan National Student Entrepreneur Summit (NSES) 2012 yang akan diselenggarakan di Makassar," ujar Ketua Hipmi PT Zainal Abidin di Makassar, Jumat.
Ia mengatakan, kegiatan yang akan diselenggarakan ini sebagai rangkaian dari ulang tahun Hipmi yang ke-40 pada tanggal 10 Juni 2012.
Even akbar yang diselenggarakan para calon pengusaha dari kalangan mahasiswa ini bertajuk "Ayo Jadi Pengusaha".
Menurutnya, tujuan dilaksanakannya NSES ini untuk mengubah paradigma utama mahasiswa yang umumnya ketika telah menyelesaikan studi akan menunggu penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS).
Padahal, kata Wakil Sekretaris Umum BPD Hipmi Sulsel ini, rasio lapangan kerja dengan pencari kerja terpaut sangat signifikan.
Untuk tamatan strata satu (S1) atau sarjana yang menganggur sebanyak 2,6 juta orang. Sementara disatu sisi, Indonesia masih membutuhkan 4,8 juta pengusaha atau dengan persentase dua persen dari total penduduk Indonesia yang sudah mencapai angka 257 juta lebih.
"Paradigma masyarakat Indonesia yang umumnya menyekolahkan anaknya atau seorang mahasiswa ketika telah menyelsaikan studi akan mulai berfikir untuk menjadi PNS. Itu menjadi cita-cita kebanyakan orang Indonesia, padahal ada potensi lain yang bisa dikembangkan tanpa harus menjadi PNS," katanya.
Berdasarkan data Hipmi yang ada, lanjut dia, jumlah pengusaha se Indonesia hanya berada pada angka 0,18 persen atau sekitar 432.000 orang lebih dan tidak memenuhi persyaratan minimal dalam suatu negara maju yakni dua persen. (T.KR-MH/S006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
