
Premium dan Solar Ikut Langka di Makassar

Makassar (ANTARA News) - Bahan Bakan Minyak (BBM) jenis premium dan solar ikut langka, menyusul kelangkaan gas elpiji ukuran tabung tiga kilogram pekan lalu.
"SPBU solar untuk nelayan sudah habis, terpaksa membawa jerigen ke SPBU di luar kawasan Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Paotere," kata salah seorang nelayan Muh Saing di Makassar, Selasa.
Dia mengatakan, solar yang diperoleh dari SPBU di Jalan Tinumbu, Makassar juga dibatasi hanya dilayani maksimal dua jerigen.
Sementara pada SPBU yang memiliki nomor registrasi 74-90219, pada mesin pengisian premium tergantung papan pengumuman bertuliskan "premium habis".
"Hari ini hanya melayani solar, karena premium sudah habis," kata petugas SPBU di Jalan Tinumbu, Makassar, Mahmud.
Akibat sulitnya memperoleh solar maupun premium di SPBU, sejumlah pengendara roda dua dan nelayan membeli eceran pada penjaja premium dan solar di jalan raya.
"Kalau biasanya hanya membeli Rp4.500 per liter premium di SPBU, terpaksa membeli di penjual eceran seharga Rp5.000 per liter," kata salah seorang pengendara motor Junaedi.
Dia mengatakan, sepekan lalu para ibu rumah tangga dan pengusaha kecil seperti penjual bakso, gorengan dan sebagainya dipusingkan dengan kelangkaan gas elpiji untuk tabung ukuran tiga kg.
Kini ditambah lagi dengan kesulitan para nelayan dan pengendara untuk mendapatkan BBM jenis solar dan premium.
Berkaitan dengan hal tersebut, Junaedi yang sehari-harinya menjajakan sayur keluar masuk kompleks perumahan ini berharap pihak Pertamina dan dinas terkait segera turun ke lapangan.
"Jangan membiarkan kondisi ini semakin memburuk dan akhirnya menimbulkan keresahan yang berujung pada ketidakstabilan kamtibmas," katanya. (T.S036/K005)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
