Logo Header Antaranews Makassar

BMS Kembangkan Perkebunan Sawit dengan Sistem Plasma

Minggu, 26 Februari 2012 05:21 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Pengusaha lokal PT Basariba Megah Sejahtera (BMS) yang ingin mengembangkan perkebunan kelapa sawit di Desa Tasokko, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, seluas 3.000 hektare akan menerapkan sistem plasma.

"Kami telah mendapatkan izin pengembangan perkebunan kelapa sawit di daerah Karossa seluas 3.000 hektare. Perusahaan ini akan lebih mengutamakan sistem plasma daripada kebun inti untuk menghindari konflik lahan," kata Direktur Utama PT BSM Afrizal Abidin di Mamuju, Sabtu.

Menurutnya, sistem plasma bisa menghindari adanya konflik sosial di masyarakat akibat terjadinya klaim pemilikan kebun.

"Kami ingin berbagi rasa dengan petani sawit. Jika perusahaan maju maka petani pun ikut sejahtera, dan itulah tujuan kami untuk mengembagkan komoditas unggulan di daerah Mamuju," kata dia.

Ia mengatakan, selama ini khususnya di beberapa provinsi di Indonesia seperti di Sumatera terjadi konflik lahan yang menimbulkan korban jiwa.

"Kami tidak kehendaki ada konflik lahan. Karena itu, areal lahan kebun seluas 3.000 hektare ini rata-rata akan diterapkan dengan menggunakan sistem plasma," katanya.

Afrizal mengatakan, sistem plasma ini juga dianggap efektif guna menghindari adanya makelar tanah yang menjual lokasi perkebunan dengan harga tinggi.

"Kami selaku pengusaha lokal tidak ingin ada oknum yang memanfaatkan menjual lahan kebun dengan harga tinggi. Intinya, perusahaan kami tidak akan melakukan sistem ganti rugi kebun karena kami menerapkan metode kebun plasma," ujarnya.

Ia menambahkan, potensi pengembangan perkebunan kelapa sawit semakin diminati kalangan dunia usaha.

"Daerah Mamuju menjadi incaran investor untuk berinvestasi di bidang perkebunan kelapa sawit. Kami selaku putra daerah juga turut tertarik untuk membangun pengembangan komoditas minyak sawit mentah (CPO) tersebut," ujarnya. (T.KR-ACO/E005)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026