
BI Jayapura : Perlu Strategi Hadapi Kenaikan BBM

Jayapura (ANTARA News) - Pemimpin Bank Indonesia Jayapura, Leo R Tandiarang menyebutkan, pemerintah perlu menyiapkan sejumlah strategi dalam menghadapi rencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam waktu dekat.
Dalam sebuah pertemuan dengan pekerja media di Jayapura, Jumat, dia mengatakan, strategi itu antara lain, meningkatkan produksi lokal Papua guna mengurangi kenaikan harga barang-barang kebutuhan yang didatangkan dari luar daerah dengan harga mahal karena biaya transportasi tinggi.
Juga, kata dia, meningkatkan produksi ikan budidaya untuk mengantisipasi berkurangnya hasil tangkapan ikat laut, dengan memperbaiki atau memperluas tambak rakyat atau keramba. Hal ini perlu dilakukan, karena diperkirakan para nelayan akan kesulitan mendapatkan BBM murah untuk melaut.
Pemerintah, lanjut dia, juga perlu melakukan operasi pasar, terutama komoditas bahan pokok, meningkatkan kerjasama perusahaan-perusahaan besar dengan masyarakat dalam peternakan ayam dan penyediaan pakan ternak dan pemberian insentif kepada para petani dan nelayan, guna meningkatkan produksi hasil pertanian, hasil tangkap dan budidaya.
Dia mengaku, berbagai strategi itu telah dibahas oleh berbagai pihak terkait di Papua dalam sebuah pertemuan di Jayapura pada Rabu (29/2) lalu.
Salah satu hal yang disepakati dalam pertemuan tersebut, kata Pemimpin Bank Indonesia Jayapura, adalah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Papua, akan melakukan pengawasan ketat terhadap mekanisme pasar, terutama kepada para pedagang yang menaikkan harga barang dan jasa melampaui kewajaran.
Sementara Dinas Perhubungan, akan mengawasi secara ketat biaya pengiriman barang dengan harga yang melampaui kewajaran.
Dia mengungkapkan, 80 barang-barang kebutuhan masyarakat Papua didatangkan dari luar, sehingga jika pemerintah menghapus subsidi BBM dengan resiko terjadi kenaikan harga pada 1 April mendatang, kemungkinan akan memicu kenaikan barang-barang kebutuhan.
BI Jayapura memperkirakan, untuk tingkat Papua, kemungkinan akan terjadi kelangkaan ikan laut, telur dan daging ayam.
Sementara itu, Deputi Pemimpin Bank Indonesia Jayapura Bidang Ekonomi, Aslan Lubis, ketika menjawab pertanyaan wartawan mengenai kecenderungan meningkatnya harga barang-barang kebutuhan sebelum 1 April 2012 mengatakan, itu dilakukan para pedagang agar bisa mendapatkan tambahan modal guna membeli stok barang baru pasca pemberlakuan penghapusan subsidi BBM pada 1 April mendatang.
Saat ini, pihak BI Jayapura mengaku, terus melakukan koordinasi dengan berbagai instansi di tingkat pemerintah Provinsi Papua, guna bersama-sama melakukan persiapan menghadapi kemungkinan terjadi lonjakan barang-barang kebutuhan pada April nanti.
Pada tanggal 12-13 Maret mendatang, kata Aslan Lubis, para pejabat dari berbagai instansi terkait akan menggelar pertemuan koordinasi. (T.K006/Y008)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
