Logo Header Antaranews Makassar

Pendapatan PT Astra Agro Lestari Rp638 Miliar

Minggu, 4 Maret 2012 08:02 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Pendapatan perusahaan perkebunan sawit PT Astra Agro Lestari yang beroperasi di Kabupaten Mamuju dan Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat sekitar Rp638 miliar setiap tahun.

Presiden Direktur Celebes Astra Agro Lestari Joedy Arionto di Mamuju, Sabtu mengatakan, PT Astra Agro Lestari telah berkiprah di Sulbar selama 20 tahun mengelola perkebunan sawit sejak 1991 di Kabupaten Mamuju dan Mamuju Utara, telah memberikan kontribusi yang cukup besar untuk negara.

Ia mengatakan, dengan pendapatan mencapai Rp863 miliar setiap tahun, maka perusahaan memberikan kontribusi bagi negara dalam bentuk dana bagi hasil pajak sekitar Rp9.8 miliar setiap tahun.

Karena itu, dia mengatakan, pemerintah harus terus menjaga kelangsungan perkebunan sawit yang ada di Sulbar karena telah memberikan dampak positif bagi pendapatan keuangan negara yang juga berimbas terhadap pembangunan daerah seperti yang ada di Sulbar ini.

"Dana alokasi umum dari APBN untuk Provinsi Sulbar yang diterima setiap tahun merupakan hasil sumbangan dana bagi hasil pajak dari perusahaan sawit, makanya perusahaan sawit harus dipertahankan keberadaannya untuk tetap memberikan kontribusi bagi negara," katanya.

Menurut dia, PT AAL memiliki sejumlah anak perusahaan di antaranya PT Pasangkayu, PT Letawa, PT Mamuang, PT Surya Raya Lestari I yang beroperasi di Kabupaten Mamuju Utara, kemudian PT Badra Sukses dan PT Surya Raya Lestari II yang beroperasi di Kabupaten Mamuju.

Ia mengatakan, secara keseluruhan PT AAL telah mengelola luas areal perkebunan sawit seluas 37.000 hektare, terdiri dari perkebunan inti atau milik perusahaan sekitar 29.000 hektare dan sekitar 8.000 hektare perkebunan plasma milik masyarakat.

PT AAL memiliki tenaga kerja yang bekerja pada sejumlah anak perusahaan perkebunan sawitnya sekitar 9.500 jiwa terdiri dari 6.900 jiwa di antaranya adalah penduduk lokal. (T.KR-MFH/S023)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026