Logo Header Antaranews Makassar

Devisa Melalui BNI 254 Juta Dolar

Kamis, 8 Maret 2012 08:03 WIB
Image Print
Makassar (ANTARA News) - Kantor Wilayah Bank Negara Indonesia (BNI) Makassar berhasil mencatat transaksi devisa ekspor sebesar 254 juta dolar dan impor sebesar 92 juta dolar pada 2011.

"Kalau dulu itu hanya lalu lintas devisa, seperti kiriman uang TKI atau bayar utang dan lainnya. Kalau untuk devisa ekspor itu mengharuskan adanya pencatatan," ujar Vice President Deputy General Manager Head of Trade Services BNI Afien Yuni Yahya di Makassar, Rabu.

Ia mengatakan, jumlah pencatatan itu berasal dari transaksi ekspor dan impor dari para eksportir yang ada di wilayah kerja BNI Kanwil Makassar, yang meliputi wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua.

Dengan adanya Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/20/PBI/2011 yang mengatur penerimaan devisa hasil ekspor dan penarikan devisa luar negeri ini diharapkan mampu memperkuat stabilitas nilai tukar.

Juga mendukung upaya mencapai stabilitas harga (inflasi), mengaktifkan pasar valas dalam neeri serta meningkatkan kedalaman keuangan pasar dalam negeri.

"Dari jumlah pencatatan itu kontribusi Sulsel cukup besar, yaitu mencapai lebih dari 60 persen untuk transaksi ekspor, dan 90 persen untuk transaksi impor," katanya.

Dengan demikian, pihaknya berharap tahun ini terjadi transaksi devisa ekspor dan impor yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dari Kanwil Makassar. Pertambahan itu kami targetkan mengalami pertumbuhan sekitar 10 persen.

Chief Executive Officer (CEO) BNI Wilayah Makassar Shadiq Akasya menyebutkan dari total transaksi devisa ekspor yang berhasil dicatat tahun lalu, aktivitas transkasi ekspor terbesar berasal dari sektor pertambangan emas, dengan negara tujuan antara lain China, India, Eropa, dan Amerika.

"Kalau untuk transaksi ekspor nikel terbesar itu terjadi ke negara tujuan China. Sedangkan untuk sektor perikanan ada yang ke Eropa, Amerika, serta beberapa negara lainnya," katanya.

Sementara untuk transaksi impor menurutnya, terbesar adalah impor untuk aspal dari Singapura. Aspal yang diimpor katanya berasal dari berbagai negara, tetapi tellernya dilakukan di Singapura.

Pihaknya mencatat hingga saat ini ada sekitar lebih 40 eksportir dan 10 importir yang mencatatkan transaksi ekspor dan impornya terjadi di BNI Kanwil Makassar. (T.KR-MH/M009)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026