
Devisa Melalui BNI 254 Juta Dolar

"Kalau dulu itu hanya lalu lintas devisa, seperti kiriman uang TKI atau bayar utang dan lainnya. Kalau untuk devisa ekspor itu mengharuskan adanya pencatatan," ujar Vice President Deputy General Manager Head of Trade Services BNI Afien Yuni Yahya di Makassar, Rabu.
Ia mengatakan, jumlah pencatatan itu berasal dari transaksi ekspor dan impor dari para eksportir yang ada di wilayah kerja BNI Kanwil Makassar, yang meliputi wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua.
Dengan adanya Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/20/PBI/2011 yang mengatur penerimaan devisa hasil ekspor dan penarikan devisa luar negeri ini diharapkan mampu memperkuat stabilitas nilai tukar.
Juga mendukung upaya mencapai stabilitas harga (inflasi), mengaktifkan pasar valas dalam neeri serta meningkatkan kedalaman keuangan pasar dalam negeri.
"Dari jumlah pencatatan itu kontribusi Sulsel cukup besar, yaitu mencapai lebih dari 60 persen untuk transaksi ekspor, dan 90 persen untuk transaksi impor," katanya.
Dengan demikian, pihaknya berharap tahun ini terjadi transaksi devisa ekspor dan impor yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dari Kanwil Makassar. Pertambahan itu kami targetkan mengalami pertumbuhan sekitar 10 persen.
Chief Executive Officer (CEO) BNI Wilayah Makassar Shadiq Akasya menyebutkan dari total transaksi devisa ekspor yang berhasil dicatat tahun lalu, aktivitas transkasi ekspor terbesar berasal dari sektor pertambangan emas, dengan negara tujuan antara lain China, India, Eropa, dan Amerika.
"Kalau untuk transaksi ekspor nikel terbesar itu terjadi ke negara tujuan China. Sedangkan untuk sektor perikanan ada yang ke Eropa, Amerika, serta beberapa negara lainnya," katanya.
Pihaknya mencatat hingga saat ini ada sekitar lebih 40 eksportir dan 10 importir yang mencatatkan transaksi ekspor dan impornya terjadi di BNI Kanwil Makassar. (T.KR-MH/M009)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
