Logo Header Antaranews Makassar

AKEI Sulselbar akan Bangun PLTM

Senin, 12 Maret 2012 19:01 WIB
Image Print
Makassar (ANTARA News) - Asosiasi Kontraktor Elektrikan Indonesia (AKEI) Sulawesi Selatan dan Barat berencana akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro (PLTM) untuk membantu Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam hal pasokan listrik.

"AKEI merupakan mitra PLN dan siap bekerjasama dalam hal pasokan listrik. Rencana akan dibangun di Sulawesi Barat dengan kapasitas 2x3 Megawatt untuk tahun ini. Dan menyusul Sulsel dengan daya 2x5 megawatt," kata ketua DPD AKEI Sulselbar Rahmat Sampetoding di Makassar, Senin.

Rahmat menyatakan disela Musyawarah Daerah di Makassar, penyediaan pembangkit listrik tenaga mikro itu dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp200 miliar lebih dengan perhitungan 70 persen perbankan dan 30 persen dari pihak AKEI.

"Tahap pertama di Sulbar dan tahap kedua di Sulsel. Rencana pembangunan di Sulsel seperti Kabupaten Enrekang atau Sinjai tergantung nanti hasil survei dan penjajakan. Kita tetap bekerjasama dengan perbankan, kalau nilai investasi untuk daya 2x3 Megawatt sekitar Rp110 miliar dan 2x5 Megawatt senilai Rp180 miliar, " ulasnya.

Meskipun asosiasi ini baru, kata dia, tetap bekerja seoptimal mungkin serta profesional sesuai dengan mekanisme kerja yang ada dan mengikuti proses pelelangan tender proyek dengan melampirkan Sertifikat Badan Usaha (SBU).

"Kita tetap taat pada aturan mengikuti proses pelelangan baik itu dilingkungan PLN dan proyek pemerintah. Target kami mewujudkan Indonesia Menyala 2016," tambahnya.

Senada, General Manager PLN Sultanbatara Zulkifli Abdullah mengatakan, untuk pemakaian listrik di wilayah kerjanya mencapai 640 Megawatt yang telah distribusi.

Sementara untuk aset PLN se Indonesia sebut dia, mencapai Rp400 trilun lebih dengan nilai investasi operasional mencapai Rp600 miliar perhari. Dengan adanya AKEI berencana membangun pembangkit PLN akan terbantu.

"Tahun ini ada penambahan pasokan listrik menghampiri 400 Megawatt dengan adanya pembagunan PLTU seperti di Kabupaten Jeneponto, milik Bosowa, 200 Mw, Kabupaten Barru 100 Mw, Kabupaten Gowa, tepatnya di Tallasa' 95 Mw, maka kebutuhan listrik bisa terpenuhi secara maksimal," ungkapnya. (T.KR-DF/M009)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026