
630 Rumah Majene Perlu Dibenahi
Rabu, 14 Maret 2012 16:29 WIB

Kepala Distarkimber Majene, Effendy Gasong di Majene, Rabu, mengatakan, pembenahan rumah layak huni itu diperkirakan akan tuntas secara bertahap selama tiga tahun.
"Dari keseluruhan, 60 persen merupakan rumah warga pesisir yang perlu mendapat perhatian serius sebab kondisi cuaca di wilayah tersebut sering mengancam ketenangan warga," ungkapnya.
Effendy mengatakan, pembenahan perlu diprioritaskan bagi warga pesisir yang dalam beberapa tahun terakhir ini sering menghadapi bencana angin kencang dan puting beliung hingga menimbulkan korban karena bangunan rapuh.
Pembenahan perlu diprioritaskan pada warga pesisir dengan menimbang bahwa pentingnya menciptakan lingkungan rumah yang sehat bagi warga agar tidak mudah terserang penyakit.
"Kami berharap agar hal ini menjadi pertimbangan pemprov serta pemerintah pusat," katanya.
Menurut Effendy, para calon penerima bantuan pemerintah untuk pembenahan rumah tidak layak huni didata sesuai dengan standar pemerintah pusat tentang masyarakat berpenghasilan rendah yang salah satu indikatornya adalah berpenghasilan di bawah Rp2 juta/bulan dan rumahnya tidak layak huni
Selain itu, dilakukan verifikasi terkait status kepemilikan sebab warga yang berhak sesuai standar, harus mempunyai bukti kepemilikan lahan tempat bermukim melalui setrifikat maupun alat bukti lainnya. (T.KR-AAT/A013)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
