
Majene Antisipasi Kenaikan Harga BBM

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Majene Sulawesi Barat melakukan antisipasi dampak kenaikan harga BBM pusat termasuk memantau seluruh kemungkinan tidak meratanya distribusi di daerah itu.
"Selain bertugas memantau beberapa SPBU (Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum) di Majene, kami juga mengimbau seluruh warga mewaspadai beberapa dampak kenaikan harga BBM dengan cara ikut memantau," kata Kepala Distamben Majene Muhammad Rafli Nur di Majene, Selasa.
Dia mengaku, dampak tersebut baru mulai muncul beberapa hari menjelang kenaikan harga sebab sangat memungkinkan beberapa pemilik SPBU serta pengecer BBM jenis premium berpikir untuk mengambil keuntungan dari kenaikan tersebut dengan cara menimbun.
Untuk mempermudah pengawasan dan mengantisipasi terjadinya penimbunan, Distamben berharap upaya sejumlah oknum yang menimbun BBM bisa segera diantisipasi.
"Kami tetap memantau perkembangan harga dan stok yang disalurkan oleh SPBU, namun hingga saat ini situasinya masih tetap kondusif dan proses penjualan tetap berjalan normal," kata Rafli.
Dalam kondisi tersebut, peluang untuk dilakukan penimbunan sangat besar sebab para pengelola SPBU seolah-olah tetap mendistribusikan stok sesuai kuota yang diterima, sementara ada beberapa langkah yang bisa ditempuh para penimbun yang bisa saja bekerja sama dengan pengelola SPBU.
"Biasanya, sepekan sebelum kenaikan harga beberapa langkah dan upaya para penimbun mulai dilancarkan sehingga jika tidak dibantu oleh warga dalam mengantisipasi maka akan menyulitkan pemerintah maupun pihak keamanan dalam mengantisipasi," katanya.
Rafli berharap pihaknya mendapat bantuan masyarakat dalam mengawasi pendistribusian BBM. Dampak yang paling dihindari yaitu kelangkaan stok BBM.
Dia juga mengingatkan pengecer BBM jenis premium tidak melakukan penimbunan sebab akan merugikan masyarakat. Selain warga telah dibebankan melalui kenaikan harga, kembali diperberat oleh langkanya stok.
(T.KR-AHN/S023)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
