
Perusahaan Ekspedisi Khawatir Kenaikan Harga BBM

Makassar (ANTARA News) - Perusahaan biro perjalanan dan ekspedisi Litha & Co mengkhawatirkan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap kelangsungan usaha di bidang jasa tersebut.
"Kenaikan harga bahan bakar minyak akan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan usaha ini karena semua biaya operasional lainnya akan jauh lebih mahal kenaikannya," ujar Komisaris Litha & Co, Litha Brent di Makassar, Jumat.
Ia mengatakan, kenaikan harga BBM yang akan segera diputuskan pada rapat paripurna DPR itu bukan saja mempersulit masyarakat kelas menengah kebawah tetapi pengusaha jasa juga akan kesulitan menyesuaikan tarif baru yang nakal jauh lebih besar.
Penyesuaian tarif itu berdasarkan adanya penyesuaian harga suku cadang dan onderdil kendaraan karena kenaikan itu rata-rata melampaui angka 30 persen.
Khusus untuk kebutuhan hidup masyarakat juga akan jauh melambung tinggi dengan adanya kenaikan ini. Maka dari itu, dirinya yang menerima aspirasi dari beberapa kabupaten/kota di Sulsel dengan tegas menolak usulan kenaikan harga BBM itu sesuai dengan banyaknya aspirasi masyarakat.
"Kami di DPD hanya sebatas penampung aspirasi yang diteruskan kepada pengambil kebijakan dan kami tidak mempunyai kebijakan untuk menentukan kenaikan itu. Tetapi, kami di DPD punya opsi jika sekiranya usulan masyarakat diterima," katanya.
Ia menyatakan, jika pada putusan DPR menerima usulan pemerintah, maka dirinya berharap agar anggaran pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur segera ditambah dan pembangunannya itu harus merata di seluruh daerah di Indonesia.
"Jika memang BBM berhasil dinaikkan, maka pemerintah harus menambah anggaran untuk percepatan pembangunan di daerah dan jangan hanya terkonsentrasi di pusat. Salah satu sarana yang masih sangat jauh tertinggal yakni sarana jalan penghubung dan ini harus menjadi perhatian dari pemerintah pusat," harapnya.
(T.KR-MH/Y008)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
