
Dukungan Aksi "Earth Hour" Makassar Meningkat

Makassar (ANTARA News) - Dukungan terhadap aksi "Earth Hour" di Kota Makassar pada tahun ini meningkat melalui keikutsertaan ribuan rumah, sebanyak 42 komunitas dan tiga ikon gedung di Kota Makassar.
Ketua Panitia Earth Hour WWF Makassar Abadi Gunawan di Makassar, Sabtu mengatakan peningkatan partisipasi ini, menjadi bukti masyarakat khususnya anak muda Makassar punya kepedulian terhadap penyelamatan bumi.
"Hemat energi sangat mudah untuk dijadikan gaya hidup dengan memulainya dari diri sendiri," ujarnya pada puncak pelaksanaan aksi di Anjungan Pantai Losari.
Duta Global Earth Hour Sulsel, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini memiliki arti yang sangat besar pada dunia.
"Aksi ini sekaligus merupakan bentuk rasa syukur. Aksi ini memperbaiki hidup agar kita dapat bernafas dengan enak. Siapa sayang pada alam, alam akan sayang pada kita," katanya sebelum melakukan aksi simbolis memadamkan tombol saklar lampu.
Direktur World Wildlife Fund (WWF)-Indonesia Region Sahul, Benja Mambai menambahkan aksi ini juga merupakan dukungan terhadap komitmen Indonesia untuk berkontribusi pada penurunan emisi karbon dunia, sebesar 26 persen hingga 2020.
Aksi ini merupakan yang keempat kalinya digelar di Indonesia. Tahun ini, 26 kota ikut berpartisipasi memadamkan lampu dan mematikan peralatan listrik yang tidak terpakai.
Tidak kurang dari 141 negara dan 1,8 miliar penduduk dunia menjadi bagian dari aksi yang menurut perhitungan dapat mengurangi emisi hingga 267 ton.
Kampanye yang bertemakan "Ini Aksiku, Mana Aksimu?" ini merupakan simbol untuk menjadi bagian dari gaya hidup dalam menyelamatkan bumi dari efek pemanasan global. (T.KR-RY/Z003)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
