Logo Header Antaranews Makassar

Dishub Makassar Lakukan Reakayasa Lalin

Rabu, 11 April 2012 22:18 WIB
Image Print
Makassar (ANTARA News) - Dinas Perhubungan Makassar mulai menerapkan rekayasa Lalulintas (Lalin) menyusul relokasi lapak-lapak pedagang Makassar Mal di jalan Irian dan Pangeran Diponegoro Makassar Sulawesi Selatan.

"Arus lalin untuk jalur angkutan kota (angkot) di jalan tersebut sangat padat, hampir seribu kendaraan yang aktif melintas disana. Diperlukan rekayasa lalin agar tidak terjadi kemacetan parah pasca pemindahan lapak-lapak pedagang didua jalan itu," kata Kepala Dinas Perhubungan Chaerul A. Tau, di Makassar, Rabu.

Ia mengatakan, program rekayasa mulai diberlakukan pada Rabu (11/4) agar kemacetan dapat diantisipasi menyusul pemindahan lapak-lapak pedagang pasca kebakaran Makassar Mal tahun lalu untuk dibangun ulang. Tidak hanya itu, pihaknya menerjunkan 12 orang personel tiap hari guna mengatur lalulintas.

Rekayasa lalu lintas itu kata dia, arus angkot dengan rute Makassar Mal-Pasar Daya pada arus balik mesti memutar melewati jalur Jaln Andalas, kemudian Tentara Pelajar dan keluar di jalan Mesjid Raya hingga menuju Urip Sumoharjo sampai daya.

Lanjutnya, untuk jalur angkot tujuan Makassar Mal-Minasa Upa, angkot mesti memutar melalui jalan Nusakembangan, Lapangan Karebosi selanjutnya ke jalan Bulusaraung dan kembali masuk di jalan Sudirman hingga berakhir di Minasa Upa.

Ia menyebutkan, saat ini total angkot di Makassar secara total mencapai 4.113 unit. Sekitar 40 persen tujuan angkot adalah Makassar Mal.

"Ini perlu perhatian serius dari Pemerintah Kota Makassar. Rekayasa jalan ini dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi pedagang untuk terus menjalankan usahanya," sebutnya.

Sementara Direktur PD Pasar Raya Hakim Syahrani dalam pertemuan di Kantor DPRD Makassar menyatakan, potensi kemacetan yang selama ini dikhawatirkan dapat diantisipasi. Lebar jalan di ruas jalan tersebut sekitar 18 meter sedangkan pembagunan lapak-lapak baru hanya memakai empat meter.

"Lapak telah dibangun persis di bagian tengah dengan dua sisi kiri dan kanan masing-masing enam meter. Dan pedagang telah resmi berjualan hari ini. Jadi tidak ada indikasi kemacetan," paparnya.

Manager PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) Yusuf mengatakan telah membangun 374 unit lapak. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan 22 unit lapak cadangan yang memiliki sertifikat resmi.

"Kami rencananya akan membangun 100 unit lapak basah di jalan Agus Salim tembus Satangga. Tapi untuk pembangunan kami menunggu hasil rekayasa lalulintas," ucapnya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Makassar Haeruddin Hafid mengungkapkan, langkah dishub melakukan rekayasa lalin sudah tepat. Hal itu dikarenakan arus kendaraan yang berumpuk di Makassar Mal bisa teratasi. (T.KR-DF/S016)





Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026