
Honorer tidak Lulus K1 Mengadu ke DPRD

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Sejumlah tenaga honorer dari berbagai dinas lingkup Pemkab Majene, Sulawesi Barat yang telah memenuhi syarat Kategori Satu (K1) mengadu ke DPRD Majene karena tidak terakomodir dalam penerimaan CPNS.
Salah satu honorer yang bekerja di kantor Badan Pemerintahan Desa Pemberdayaan Masyakarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPDPMP-KB) Ansar Rabu, mengaku telah memenuhi syarat sebagai honorer K1, namun tidak masuk dalam daftar yang diumumkan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Dia mengaku pernah menghadap ke BKN bersama kepala BKDD Majene dan mempertanyakan nama mereka yang tidak masuk dalam daftar lolos verifikasi dan validasi data.
"BKN pada waktu itu minta ke BKDD untuk memasukkan surat ke Kemenpan-RB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi). Namun balasan dari Kemenpan-RB kami tidak bisa lagi diakomodir masuk honorer K1," terang Ansar.
Dia berharap, kedatangannya tersebut difasilitasi oleh DPRD agar mereka tetap memiliki peluang dimasukkan dalam data K1 meskipun Kemenpan-RB telah memberikan jawaban yang dianggap tidak sesuai dengan harapan sebab dari segi administrasi telah memenuhi syarat.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I DPRD Majene, Darmansyah mengaku akan menindaklanjuti pengaduan honorer tersebut. Bahkan dalam waktu singkat DPRD akan melakukan pertemuan dengan Bupati Majene untuk membahas beberapa keluhan terkait penerimaan K1.
"Kami akan melakukan pertemuan dengan bupati Majene, termasuk kepala BKDD dan Sekda Majene untuk membahas persoalan ini. Masalah yang dirasakan oleh sejumlah K1 harus segera diselesaikan agar tidak lagi menimbulkan banyak kekecewaan," ujarnya.
Dia juga mengatakan, untuk menuntaskan persoalan tenaga honorer yang telah memenuhi syarat, namun belum terakomodir dalam K1 harus kembali menemui Kemenpan-RB untuk memperjelas meknisme perekrutan.
"Kita harus menemui kembali Kemenpan-RB untuk mengetahui sejauh mana peluang honorer yang tidak terakomodir untuk menuntaskan semua persoalan yang ada," kata Darmansyah. (T.KR-AHN/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
