Logo Header Antaranews Makassar

Pencairan Dana PON Era Amin Syam Lancar

Kamis, 10 Mei 2012 08:15 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Pencairan anggaran Pekan Olahraga Nasional (PON) untuk KONI Sulawesi Selatan dari pemerintah provinsi setempat selalu berjalan lancar ketika provinsi ini dipimpin Gubernur HM. Amin Syam ketimbang pemerintahan sekarang.

Mantan Sekretaris Umum KONI Sulsel Abd Muin di Makassar, Kamis, mengatakan, anggaran PON bahkan tetap lancar meski Amin Syam yang ketika itu masih menjabat Ketua KONI Sulsel pada PON 2008 sekalipun tidak lagi menjabat gubernur.

"Soal apakah Amin Syam lebih perhatian terhadap prestasi olahraga Sulsel dibandingkan Syahrul Yasin Limpo, itu bukan kapasitas saya untuk menilai. Masyarakat Sulsel bisa membandingkannya sendiri, namun menyangkut pencairan anggaran PON di era Amin Syam memang tidak pernah ada keterlambatan," ujarnya.

Ketua Harian Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sulsel itu menjelaskan, anggaran PON seharusnya sudah bisa dikucurkan setelah mendapat persetujuan DPRD Sulsel.

Alasannya, menurut Muin, karena peruntukannya yang sangat penting dan mendesak. Apalagi Sulsel pada PON 2012 telah bertekad minimal mempertahankan prestasi sebagai peringkat enam PON XVII Kaltim 2008.

"Selama anggaran sudah disetujui DPRD maka tidak ada alasan menunda-nunda pencairannya. Saya kira kondisi itu justru akan memberikan pengaruh terhadap prestasi Sulsel di PON," ucapnya.

Anggaran untuk PON XVIII Riau 2012 dari Pemprov Sulsel hingga kini memang belum mengucur. Akibatnya sejumlah ageda uji coba beberapa cabang olahraga terpaksa dibatalkan akibat ketiadaan dana.

Kondisi itu dinilai akan berdampak negatif bagi persiapan kontingen Sulsel menghadapi PON XVIII di Riau, September 2012.

Sementara itu dosen sosiologi olahraga Universitas Negeri Makassar Wahyu memprediksi kontingen Sulawesi Selatan akan sulit mempertahankan prestasi sebagai peringkat enam PON XVII Kaltim 2008 karena dukungan Pemprov Sulsel yang tidak maksimal.

"Saya kira persoalan dana yang belum pasti juga akan mempengaruhi mental dan motivasi atlet. Apalagi biaya transportasi atlet juga tidak lancar sehingga membuat mereka merasa diabaikan," ujarnya. (T.KR-DF/R007)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026