Logo Header Antaranews Makassar

Pasar Baru Bantaeng Terbakar

Rabu, 16 Mei 2012 04:28 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Kebakaran melanda Pasar Baru Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Selasa malam, namun karena kesigapan Brigade Siaga Bencana (BSB) sehingga api tidak meluas dan dapat dikendalikan cepat.

Api pertama kali terlihat seorang penjual bakso sekitar pukul 19.30 Wita pada lods barang campuran yang terletak pada sisi utara pasar tersebut.

Masyarakat menduga api berasal dari listrik arus pendek, namun tidak sempat menjalar ke kios lainnya karena Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) yang tergabung dalam Brigade Siaga Bencana (BSB) lebih siap, demikian pemantauan lapangan dari Kabupaten Bantaeng.

Selain lokasinya yang tidak terlalu jauh dari markas BSB, Tim Damkar juga langsung mengerahkan kekuatan penuh yang didukung Mobil Damkar canggih bantuan Jepang.

Aksi Damkar yang memiliki belalai hingga 50 meter tersebut justru menjadi tontonan masyarakat sebab hanya dalam sekejap, belalai Damkar tersebut menjangkau titik api.

Personil Damkar yang sudah terlatih tersebut kemudian menyemprotkan air dari atas ketinggian dan menyapu bersih titik api maupun kemungkinan menjalarnya api dari satu titik ke titik lainnya.

Karenanya, kebakaran yang melanda pasar kebanggaan masyarakat Bantaeng tersebut tidak terlalu mengalami kerusakan akibat. Penanggulangan bencana itu juga ditunjang kecepatan angin yang tidak bertiup kencang.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah yang berada di tengah masyarakat menginstruksikan kepada Tim Damkar agar membenahi kemungkinan munculnya titik api baru.

Untuk memastikan padamnya api pada bangunan pasar tersebut, Tim Damkar melalui mobil canggihnya kembali menyisir lods yang berdekatan dengan lokasi kebakaran dengan melakukan penyemprotan dari atas.

Bupati bersama Kapolres AKBP Donyar Kusumadji, Kepala Badan Penanggulangan Bencana H Abd Rasyid dan sejumlah pimpinan SKPD meninggalkan lokasi setelah yakin sudah tidak ada lagi titik api.

Belum diperoleh informasi tentang adanya korban maupun besarnya kerugian dan kerusakan yang diderita para penjual di kios tersebut. (T.KR-DF/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026