
GBN Sulsel Minta Pemprov Pelihara Bangunan Bersejarah

Makassar (ANTARA Sulsel) - Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Bela Negara (DPD GBN) Sulawesi Selatan (Sulsel), meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) setempat agar lebih memperhatikan dan memelihara bangunan bersejarah.
Permintaan tersebut disampaikan Ketua Pusat Komunikasi (Puskom) GBN Sulsel secara tertulis kepada Gubernur Sulsel, Kodam VII Wirabuana, Kapolda Sulsel, di Makassar, Sabtu.
"Kami meminta kepada pemerintah Sulsel agar mendukung pelestarian budaya lokal, dan menjaga keaslian bangunan-bangunan bersejarah," ujar Ketua DPD GBN Sulsel, Abdullah Djabbar
Dia meminta agar Pemprov, menjaga Benteng Rotterdam dari bangunan ruko yang menghalangi keunikan benteng peninggalan Belanda itu. Saat ini, di depan Benteng Fort Rotterdam mulai banyak berdiri bangunan ruko.
Dia juga meminta agar gedung Dewan Kesenian Daerah Sulsel, yang saat ini tidak terawat, penggunaan dan pengelolaannya diserahkan pada orang yang memiliki bakat dan minat di bidang pelestarian musik dan kesenian tradisional Sulsel.
Demikian juga dengan pembangunan panggung upacara di Kantor Gubernur, dianggap tidak mencerminkan keaslian dan keunikan Gubernuran.
Menurut Djabbar, bangunan bersejarah di Makassar maupun yang ada di Kabupaten harus dikembalikan fungsinya untuk menggali kembali nilai-nilai luhur budaya lokal, agar tidak lenyap karena globalisasi.
Menurut dia, perilaku menyimpang remaja saat ini yang sangat rentan dengan miras, narkoba dan seks bebas, bisa diminimalkan dengan mengajak para remaja memahami dan mencintai budaya lokal.
"Para remaja saat ini tidak memiliki wadah untuk menyalurkan kreatifitasnya, sehingga pelariannya ke miras dan narkoba. Kita akan membuat wadah di gedung-gedung peninggalan sejarah untuk menampung itu," ujarnya.
Pernyataan tersebut mendapat dukungan dari DPRD Sulsel, seperti yang dikemukakan Ketua DPRD Sulsel, Moh Roem, saat menerima kunjungan GBN.
(T.PK-AAT/F003)
