
Bandara Mamasa Dapat Bantuan Rp100 Miliar

Mamuju (ANTARA News) - Pembangunan Bandara Sumarorong di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, memperoleh bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan sebesar Rp100 miliar pada 2012.
Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh mengatakan hal itu pada pelantikan pengurus Ikatan Pitu Ulunna Salu (PUS) di Mamuju, Selasa.
Ia mengatakan bahwa pemerintah pusat mengucurkan bantuan anggaran untuk bandara itu melalui APBN tahun 2012 dalam rangka memaksimalkan infrastruktur di daerah yang berada di pegunungan Sulbar itu.
Menurut dia, sebelumnya, pemerintah pusat hanya akan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Bandara Sumarorong Mamasa sekitar Rp14 miliar di tahun 2012 ini, namun kemudian ditingkatkan menjadi Rp100 miliar mengingat pentingnya perampungan pembangunan bandara itu.
"Pemerintah sangat ingin bandara di Kecamatan Sumarorong yang merupakan bandara perintis dapat cepat dirampungkan pembangunannya dengan anggaran besar karena itu akan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat serta memacu pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.
Gubernur mengatakan bahwa anggaran pembangunan bandara sekitar Rp100 miliar, di antaranya untuk merampungkan pembangunan landasan pacu Bandara Sumarorong sepanjang 700 meter.
Landasan pacu dipercepat dirampungkan agar bandara itu dapat segera dioperasikan sebagai sarana transportasi udara di Kabupaten Mamasa guna menunjang perekonomian daerah, katanya.
"Selain itu, memacu peningkatan sektor wisata karena Mamasa sebagai destinasi wisata Sulbar," katanya.
Sebelumnya, Bupati Mamasa, Ramlan Badawi, mengatakan bahwa pemerintah kabupaten setempat juga telah menganggarkan sekitar Rp7 miliar pada APBD untuk pembebasan lahan untuk membangun bandara di Kecamatan Sumarorong seluas 8 hektare.
Menurut dia, dengan akan dibebaskannya lokasi itu, maka pembangunan bandara akan segera dilaksanakan untuk dirampungkan pembangunan landasan pacunya pada tahun ini.
"Bandara Sumarorong Mamasa akan terus ditingkatkan hingga landasan pacunya mencapai 1.500 meter agar lebih layak digunakan sebagai sarana transportasi udara," katanya. (T.KR-MFH/D007)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
