Logo Header Antaranews Makassar

Mahasiswa Jepang KKN di Bantaeng

Rabu, 6 Juni 2012 07:50 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Sebanyak 11 orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jepang yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional melakukan KKN di Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Para mahasiswa dari Ehime University, Kagawa University, Kochi University tersebut didampingi delapan orang mahasiswa Unhas alumni KKN internasional di Jepang serta seorang dosen (Supervisor Teacher) Kasamatsu Hiroki.

Para mahasiswa yang akan ditempatkan di Kecamatan Uluere dan Kecamatan Eremerasa tersebut diterima Sekda HM Yasin, pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Camat dan sejumlah pejabat lainnya di Bantaeng, Rabu.

Yasin berharap mahasiswa Jepang menikmati masa pengabdian kemasyarakatan selama berada di daerah ini, terlebih karena hubungan Jepang dengan Kabupaten Bantaeng yang sangat baik.

Jepang bahkan telah menanam modal di berbagai bidang, termasuk industri surimi dan satoimo yang berbasis ekspor, serta beberapa kawasan pengembangan komoditi seperti talas dan komoditi lainnya di Bantaeng, urainya.

Secara umum, lanjut Yasin, daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini memiliki tiga klaster, masing-masing klaster pesisir, dataran rendah dan dataran tinggi.

Masing-masing klaster tersebut memiliki keunggulan sendiri-sendiri seperti pada pesisir yang memiliki potensi rumput laut, sedang pada dataran rendah dikembangan berbagai jenis tanaman (benih) berbasis teknologi.

Pada dataran tinggi, dikembangkan tanaman apel, strawberry, bunga dan berbagai jenis lainnya, bahkan telah dilengkapi laboratorium kultur jaringan untuk membantu pengembangan benih (bibit) kentang, talas, dan lainnya.

Ke depan, terutama melalui kerjasama Kota Kembar (Sister City) dengan Matsuyama, Bantaeng ingin maju seperti Ehime. "Kami bermimpi seperti Ehime di Jepang karena sudah ada kerjasama," ujar Sekda.

Di bidang pengembangan kesehatan, RS Prof Anwar Makkatutu juga telah menjalin kerjasama dengan beberapa rumah sakit di Jepang untuk program pertukaran dokter.

Ketua Rombongan KKN Internasional Sartika menyambut baik keterbukaan Pemda Bantaeng dalam menyambut mahasiswa program KKN internasional.

Ia juga memuji keberhasilan daerah "Butta Toa" (Kota Tua) dalam berbagai bidang, termasuk penerimaan penghargaan tertinggi di bidang lingkungan (Adipura) karena suasananya berbeda dengan daerah lain.

"Begitu masuk ke Bantaeng, terasa beda. Daerah ini bersih dan sejuk. Saya optimistis dalam waktu yang tidak terlalu lama, daerah ini akan sama dengan Ehime di Jepang," ujar Sartika.

"Saya kira, kita tidak perlu menunggu 10 tahun untuk sama dengan Kota Ehime. Insya Allah hanya dalam waktu lima tahun ke depan sudah sama," ujarnya seraya berharap, putra daerah lebih banyak berkiprah mengikuti program internasional sehingga bisa kembali membangun daerah. (T.KR-DF/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026