
14 mahasiswa Unhas KKN di Jepang

"Para peserta KKN Internasional ini didampingi pembimbing lapangan Dr Andi Amri...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Sebanyak 14 orang mahasiswa Universitas Hasanuddin Makassar siap mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di sejumlah kampus di Jepang.
Kepala Humas Unhas M Dahlan Abubakar di Makassar, Rabu, mengatakan puluhan mahasissa itu berasal dari berbagai fakultas diantaranya pertanian (lima orang), Peternakan (dua orang), Kehutanan (dua orang), dan Kelautan dan Perikanan sebanyak empat orang.
"Para peserta KKN Internasional ini didampingi pembimbing lapangan Dr Andi Amri. Sesuai rencana maka mereka meninggalkan tanah air, 18 Agustus 2016," katanya.
Ia menjelaskan, para mahasiswa Unhas ini akan menempati lokasi di Universitas Ehime di Matsyuyama, Takamatsu di Universitas Kagawa, dan Kochi Universitas Kochi.
Para Mahasiswa KKN ini dijadwalkan mengikut agenda itu selama tiga minggu kedepan dan diharakan bisa mendapatkan sesuatu yang positif dari keberangkatannya tersebut.
Sementara itu, Australian Technology Network (ATN) of Universities yang merupakan satu jaringan kerja sama nasional lima universitas terkemuka di Australia, menjajaki kolabosasi riset dengan Universitas Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan.
Penjajakan kerjasama kedua universitas itu ditandai dengan pertemuan pihak Unhas yang dihadiri Wakil Rektor IV Unhas Prof dr Budu, SpM(K), PhD. dengan perwakilan ATN yang dipimpin Yosephine Ratna serta didampingi Vice Consul Australia di Makassar, Anne Dickson.
ATN Universities beranggotakan, Royal Melbourne Institute of Techonology (RMIT), Curtin University Perth, University of South Australia, Adeleide, University of Technology Sydney, dan Quensland University of Technology (QUT).
Dalam kesempatan itupula diselenggarakan diskusi yang dihadiri Kepala Kantor Internasional Unhas Dr Andi Amri bersama sejumlah ketua jurusan di lingkungan Fakultas Teknik Unhas.
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
