
LSKP : Disperindag harus Perketat Pengawasan Harga Sembako

Makassar (ANTARA News) - Badan Pekerja dari Lembaga Studi Kebijakan Publik Makassar Salma Ruslan mengatakan, pihak Disperindag harus memperketat pengawasan harga Sembako menjelang bulan Ramadhan.
Harga berbagai jenis Sembako sudah mulai bergerak naik, padahal Ramadhan masih sebulan lagi, karena itu pihak Disperindah harus mengetatkan pemantauan harga di lapangan, kata Salma di Makassar, Rabu.
Ia mengatakan, kebutuhan pokok seperti beras sudah bergerak naik, padahal itu merupakan kebutuhan sehari-hari dan menjadi makanan pokok masyarakat di daerah ini.
Berkaitan dengan hal tersebut, pihak yang berkompeten harus segera mengambil tindakan, misalnya melakukan operasi pasar ataupun memantau pendistribusian kebutuhan pokok masyarakat.
Sementara itu, salah seorang pedagang beras di Pasar Terong, Makassar Fatimah mengatakan, harga beras medium kini bervariasi dari Rp6.000 - Rp7.000 per kilogram.
Sedang beras kualitas utama seperti beras kepala dari semula harga Rp7.800 - Rp8.000 per kg, kini mencapai Rp11.000 - Rp11.500 per kg.
Kenaikan harga beras di pasar tradisional juga diikuti kenaikan harga telur ayam ras yang rata-rata dijual Rp27.000 per rak dari harga sebelumnya Rp25.000 per rak.
Harga bawang putih yang cukup drastis kenaikannya dari Rp8.000 per kg naik menjadi Rp10 ribu dan kini mencapai Rp16 ribu per kg, katanya.
Sedang harga bawang merah relatif stabil Rp15.000 per kg, karena pasokan cukup banyak dari sejumlah sentra produksi seperti Kabupaten Enrekang, Jeneponto dan Kabupaten Gowa, Sulsel. (T.S036/S004)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
