Logo Header Antaranews Makassar

Bupati Mamasa tak Tahu Ada Sengketa Lahan

Rabu, 20 Juni 2012 23:54 WIB
Image Print
Mamuju (ANTARA News) - Bupati Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, Ramlan Badawi, menjelaskan bahwa ia belum tahu jika terjadi sengketa lahan pembangunan jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Mala'bo menuju ibukota Mamasa.

"Sama sekali Pemerintah Kabupaten Mamasa tak mengetahui jika ada persoalan pembebasan lahan pembangunan infrastruktur antara Malabo dan Mamasa sepanjang delapan kilometer," kata Ramlan Badawi di Mamuju, Rabu.

Menurut Ralan, dirinya mengetahui ada persoalan belum adanya pembebasan lahan jalan sepanjang delapan kilometer setelah Ketua DPRD Sulbar, H.Hamzah Hapati Hasan, memberikan informasi saat kunjungan kerja DPRD Sulbar ke Mamasa baru-baru ini.

"Kami tidak pernah mendengar ada masalah pembebasan lahan di daerah Malabo itu. Saya baru dengar hal itu dari ketua DPRD Sulbar. Tapi, jika benar ada masalah, maka kami akan mengupayakan untuk melakukan penyelesaiannya. Kami akan segera meninjau ke daerah yang dimaksud," kata Ramlan.

Ia menjelaskan, anggaran pembangunan jalan yang bersumber dari APBN dan dana APBD pemprov Sulbar senilai Rp367 miliar itu telah diarahkan untuk membangun jalan poros yang menghubungkan antara Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Mamuju.

Sedangkan anggaran dari DAK APBD Sulbar diarahkan untuk pembangunan jalan poros dari Kabupaten Polman ke Mamasa yakni dari Tabone hingga Malabo.

"Dana itu sangat membantu pemkab Mamasa untuk memperbaiki infrastruktur jalan. Jika kami mengandalkan APBD maka tentu belum bisa melakukan perbaikan secara memadai. Makanya, jika ada masalah pembebasan lahan maka kami akan mengatasi secepatnya," kata dia,

Ia menyampaikan, untuk mempercepat proses pembangunan jalan di Mamasa maka dirinya pun siap meningkatkan koordinasi dengan pemprov Sulbar termasuk DPRD Sulbar.

"Koordinasi itu penting demi kesinambungan dan sinkronisasi program kerja antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten Mamasa," kata Ramlan.

Ketua DPRD Sulbar Hamzah Hapati Hasan mengatakan, pembangunan jalan yang menghubungkan Kecamatan Malabo ke ibukota Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, masih terkendala adanya sengketa lahan yang belum dibebaskan sepanjang delapan kilometer.

"Sangat disayangkan jika pemerintah Kabupaten Mamasa tidak mampu mengatasi persoalan lahan yang masih bermasalah sekitar delapan kilometer karena akan menggangu proses pekerjaan jalan di daerah itu," katanya.
(T.KR-ACO/A023)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026