
Mahasiswa UIN Nyaris Bentrok Dengan Satpam Kampus

Makassar (ANTARA Sulsel) - Puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar nyaris bentrok dengan puluhan petugas satuan pengamanan kampus, saat melakukan unjukrasa di depan kampusnya di Makassar, Rabu.
Kejadian itu dipicu reaksi satpam kampus untuk mengehentikan aksi unjukrasa, setelah melihat mahasiswa UIN membakar ban dan berorasi di tengah jalan sehingga memacetkan arus lalu lintas.
Mahasiswa yang tidak terima dengan perlakuan aparat, berupaya melawan sehingga adu mulut yang berujung saling kejar tak terelakkan. Unjukrasa yang berlangsung dua jam itu pun akhirnya bubar.
Unjukrasa mahasiswa dilakukan sebagai aksi solidaritas atas perlakuan keras aparat kepolisian kepada seorang mahasiswa UIN, Syamsu Marlin, pada Selasa (26/5).
Menurut mahasiswa, Syamsu Marlin mengalami luka di bagian lutut akibat hantaman sepatu aparat kepolisian dari Polsek Barombong.
Syamsu yang mendampingi sejumlah warga Desa Lembang Parang, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, mendapat penganiyaan polisi setelah berupaya mempertahankan truk beras Bulog di kantor desa.
Berdasar catatan kronologis mahasiswa, aparat kepolisian bersama sejumlah orang berupaya memaksa truk tersebut diarahkan ke kantor kecamatan tanpa alasan yang jelas. Tapi karena warga desa bersikeras, polisi akhirnya bertindak.
Dalam unjukrasa yang berakhir dengan keributan di UIN tersebut, mahasiswa menuntut agar polisi meminta maaf kepada mahasiswa korban kekerasan secara lisan dan tertulis, polisi diminta menindaklanjuti kasus kekerasan terhadap korban serta minta maaf kepada warga desa yang telah diganggu ketenangannya, baik secara langsung maupun melalui media massa.
Mahasiswa mengatakan, jika tuntutannya tidak dipenuhi mereka akan melakukan hal-hal yang dianggapnya benar.
(T.PK-AAT/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
