Logo Header Antaranews Makassar

Tujuh Kecamatan di Majene Mulai Buat e-KTP

Jumat, 29 Juni 2012 07:09 WIB
Image Print

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Tujuh dari delapan kecamatan di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mulai membuat atau merekam data warga untuk dimput pada pelaksanaan kartu tanda penduduk eletronik atau E-KTP sedangkan satu kecamatan belum karena perangkat perekam dicuri.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DKCS) Majene, Aco Taswin Burhanuddin di Majene, Kamis, mengatakan proses perekaman pada tujuh kecamatan berjalan normal, meskipun ada sedikit kekurangan, namun hal itu tidak menjadi suatu hambatan berarti.

"Untuk sementara, satu kecamatan belum bisa kami lakukan perekama akibat alatnya di curi, yakni di Kecamatan Tubo Sendana. Beberapa alat perekaman di kecamatan tersebut sementara menunggu pengganti dari pusat," ungkapnya.

Meski pada tujuh kecamatan yang sementara melakukan perekaman masih terdapat banyak kendala, DKCS Majene tetap optimis perekaman bagi semua wajib KTP akan rampung hingga Oktober 2012, sesuai terget perampungan yang ditetapkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Dijelaskan, setiap kecamatan memiliki satu set alat peralatan, kendati demikian pelaksanaannya tetap optimal. Bahkan ada beberapa kecamatan yang bekerja hingga malam hari untuk mengejar terget hingga Oktober mendatang.

"Terkait hilangnya peralatan di Tubo Sendana, kami sudah menindaklanjuti dengan mengirim surat ke Kemendagri melalui Pemprov Sulbar agar peralatan segera dikirimkan sehingga tidak ada keterlambatan pada satu kecamatan pun," tukasnya mengharapkan.

Pantauan di lapangan, perekaman data penduduk di Kecamatan Banggae berjalan lancar, maskipun beberapa warga masih berdesak-desakan akibat pelaksanaannya baru dimulai Senin 25 Juni.

Camat Banggae, Anwar Lazim mengatakan perekaman telah dilaksan kepada sekitar 1.000 warga. "Di Kecamatan Banggae sendiri ada sekitar 27 ribu wajib KTP, mungkin hanya di Kecamatan Banggae yang terbanyak, kalau di Kecamatan lain paling tinggi 15 ribu," sebutnya.

Sejauh ini pihaknya belum menemui kendala berarti, namun penduduk di wilayah Banggae terpencar-pencar sehingga pelayanan E-KTP harus lebih ekstra. Selain itu, masalah keterbatasan tenaga juga menjadi persoalan.

"Namun demikian kami optimis akan rampung Oktober sesuai apa yang ditargetkan. Untuk itu kami akan mengusulkan kepada Bupati Majene, menambah satu unit perangkat lunak dan perangkat keras untuk mengantisipasi pendataan," tandasnya mengharapkan. (T.KR-AHN/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026