
APBD Majene Diharap Sinkron Bangun Mandar

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Pelaksana gerakan Membangun Desa Mandiri Berbasis Masyarakat (Bangun Mandar) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mengharapkan APBD Majene sejalan dengan beberapa program yang disepakati melalui usulan Bangun Mandar.
Supervisor Bangun Mandar Majene, Arlin Aras di Majene, Selasa, mengungkapkan Bangun Mandar merupakan proyeksi pembangunan berbasis pedesaan yang dicanangkan Pemprov Sulbar untuk seluruh pedesaan di tiap kabupaten.
"Selama ini, beberapa program yang diusulkan melalui proyeksi Bangun Mandar masih banyak tidak terakomodir dalam program yang tertuang dalam APBD Majene," tutrnya.
Sementara, lanjutnya, Bangun Mandar sengaja diciptakan untuk memeroyeksikan beberapa daerah tertinggal untuk melakukan percepatan pembangunan melalui pemetaan, pendampingan, serta pengusulan program yang dilakukan fasilitator Bangun Mandar di setiap kecamatan maupun desa yang telah dipilih.
Khusus di Majene, jumlah desa yang dipilih untuk mendapat pengawalan Bangun Mandar sebanyak 16 desa.
Desa tersebut telah dipilih untuk dijadikan proyek pengembangan potensi masyarakat yang selanjutnya disinkronkan dengan beberapa program yang dilaksanakan pada tingkat kabupaten dan provinsi melalui APBD.
"Untuk itu, kami melakukan koordinasi dengan beberapa SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait pembangunan desa agar program yang selama ini diusulkan melalui pemetaan Bangun Mandar mampu terakomodir di setiap SKPD," tukas Arlin.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Majene, Fahmi Massiara mengakui, target Bangun Mandar harus sesuai dengan beberapa program yang telah direncanakan.
"Beberapa program yang paling dibutuhkan adalah penyediaan penerangan warga, penyediaan fasilitas air bersih, hingga beberapa program yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan potensi sumber daya alam," imbuhnya.
Dia juga meminta kepada beberapa SKPD terkait untuk menyelaraskan Bangun Mandar dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) agar fungsi diadakannya Bangun Mandar betul-betul bermanfaat bagi masyarakat yang belum memiliki ketersediaan sejumlah fasilitas di tiap desa yang dipilih.
Terkait adanya anggapan sejumlah program yang diusulkan dalam Bangun Mandar, Fahmi mengaku akan mengupayakan agar pada tahun anggaran selanjutnya dilakukan koordinasi yang baik dengan sejumlah SKPD sehingga beberapa program yang diusulkan melalui Bangun Mandar bisa terakomodir dalam APBD.
"Bahkan jika anggaran kita memadai, kami akan mengupayakan agar Bangun Mandar ini juga dapat didukung oleh daerah malalui pengalokasian anggaran," janjinya.
Sementara itu, sejumlah SKPD menganggap Bangun Mandar pada dasarnya telah dilakukan oleh beberapa program yang dijalankan di tingkat kabupaten, salah satunya adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakan (PNPM) oleh pemerintah pusat. (T.KR-AHN/Y006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
