Logo Header Antaranews Makassar

Mamuju Alami Inflasi 0.047 Persen

Kamis, 5 Juli 2012 03:21 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat, menyatakan, Kabupaten Mamuju pada Juni 2012 mengalami inflasi sekitar 0,047 persen dengan Indek Harga Konsumen (IHK) 134,98 persen.

Hasil perkembangan Indeks Harga Konsumen pada 66 kota di Indonesia telah menunjukkan rata-rata mengalami inflasi termasuk Mamuju. Inflasi tertinggi terjadi di kota Ambon sebesar 2,39 persen dengan IHK 142,05 persen dan terendah terdapat di kota Bima sebesar 0,04 persen dengan IHK 144,06 persen,"kata Kepala BPS Sulbar, Nursam Salam di Mamuju, Rabu.

Menurutnya, inflasi di kota Mamuju berada pada urutan ke-52 dengan mengacu perkembangan dari Desember 2011 hingga Juni 2012 sebesar 0,84 persen, sedangkan laju inflasi "year on year" (Juni 2011-Juli 2012) sebesar 3,24 persen.

Sementara itu kata dia, Indonesia pada Juni 2012 mengalami inflasi sebesar 0,62 persen dengan IHK 132,23.

"Laju inflasi Indonesia tahun 2012 atau perhitungan Desember 2011-Juni 2012 sebesar 1,79 persen, sedangkan laju inflasi "year on year" (Juni 2011-Juni 2012 ) sebesar 4,53 persen,"urainya.

Nursam Salam menyebutkan, inflasi di Mamuju pada Juni 2012 terutama disebabkan oleh peningkatan IHK pada enam kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 1,83 persen.

Kemudian kata dia, kelompok perumahan air, listrik, gas dan bahan bakar 0,62 persen, kelompok transport, komunikas dan jasa keuangan 0,08 persen serta kelompok sandang, kelompok kesehatan dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga masing-masing sebesar 0,07 persen.

"Untuk kelompokk bahan makanan mengalami penurunan indeks harga sebesar -0,12 persen,"jelasnya.

Ia menambahkan, komoditi yang dominan memberikan andil inflasi adalah beras dan daging sapi masing-masing 0,03 persen, ikan cakalang 0,02 persen, cabe merah dan gula pasir masing-masing 0,07 persen dan beberapa komoditi lainnya.

"Komoditi yang menekan laju inflasi adalah kangkung -0,04 persen, tomat buah -0,03 persen, bayam dan kacang panjang masing-masing -0,02 persen dan beberapa komoditi lainnya,"pungkas Nursam. (T.KR-ACO/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026