Logo Header Antaranews Makassar

KPK Diminta Fokus Tangani Korupsi

Kamis, 5 Juli 2012 14:44 WIB
Image Print
MAKASSAR - HENTITAKAN POLITISASI KPK. Seorang mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Makassar Anti Korupsi berorasi saat melakukan aksi di Jalan Tol Reformasi, Makassar, Sulsel, Kamis (5/7).(FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)

Makassar (ANTARA News) - Puluhan mahasiswa tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Makassar Anti Korupsi, Sulawesi Selatan mengelar unjuk rasa meminta KPK fokus tangani korupsi dengan tidak memikirkan wacana pembangunan gedung baru.

"Sebagai bentuk partisipasi mahasiswa, kami meminta agar KPK stop politisasi gedung baru, stop penggalangan koin, stop hibah asing dan demoralisasi institusi," kata Koordinator Lapangan aksi Ilhamzah di bawah jembatan layang Makassar, Kamis.

Dalam pernyataan sikapnya, KPK diberikan wewenang besar dalam upaya pemberantasan korupsi sesuai amanah Undang-undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Namun, institusi ini masih sibuk memikirkan gedung baru dengan mencari dukungan ke berbagai elemen.

"Tugas pokok KPK menyelesaikan kasus-kasus mega skandal korupsi yang sampai saat ini belum menemui titik terang, bukan mengurusi gedung baru" paparnya.

Ia menyebutkan, KPK adalah lembaga negara dan bukan NGO atau LSM. Kalaupun lembaga negara ini bersikukuh untuk tetap membangun gedung baru harusnya mengunakan jalan sesuai dengan mekanisme ketatanegaraan.

"Harusnya KPK mendesak DPR agar segera mengesahkan alokasi anggaran pembangunan gedung baru dan mesti diimbangi kredibilitas KPK dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai lembaga independen," ungkap dia.

KPK dituntut agar mengusut skandal pajak perusahaan-perusahaan asing yang ada di Indonesia, termasuk kasus Bank Century, Wisma Atlet, dan Hambalang serta kasus lainnya dengan menangkap pelaku koruptor, mafia anggaran kemudian menghukum mati para pelaku tersebut.

Aksi itu sempat membuat jalan Andi Pangeran Pettarani depan Tol Reformasi macet karena para pendemo membakar ban bekas. Setelah puas orasi massa kemudian membubarkan diri. (T.KR-DF/S016)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026