Logo Header Antaranews Makassar

Pulau Samalona Simpan Potensi Benda Sejarah

Jumat, 6 Juli 2012 11:22 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Pulau Samalona, Makassar, menyimpan potensi benda bersejarah berupa peluru meriam yang digunakan pada zaman pendudukan kolonial di Indonesia.

"Sebagian peluru meriam kuno yang tersimpan di museum I La Galigo, Benteng Rotterdam dulu ditemukan di Samalona," kata pemerhati sejarah dan pemandu wisata Rusli di Makassar, Jumat.

Dia mengatakan, diprediksi masih ada puluhan bahkan ratusan peluru meriam kuno yang belum ditemukan di pulau yang jarak tempuhnya dari Kota Makassar sekitar 45 menit dengan perahu.

Menurut dia, pulau itu dijadikan basis persenjataan ketika zaman kolonial Belanda melawan benteng pertahanan Sultan Hasanuddin dari Kerajaan Gowa yang menghadap ke laut atau dikenal sebagai Benteng Pannyua (Rotterdam).

"Area benteng yang mencapai sekitar tiga hektare menjadi pusat pertahanan di wilayah Makassar, sedang di sekitar Pulau Samalona menjadi tempat penyerangan kolonial ke wilayah Makassar," katanya.

Sementara itu, sedikitnya 200 lebih koleksi museum di Benteng Rotterdam, sebagian diantaranya merupakan benda-benda atau alat peperangan seperti tombak, meriam, peluru meriam, pistol dan sebagiannya.

Selain itu, juga terdapat alat-alat dapur, pakaian adat tradisional, alat transportasi sederhana hingga dokumen kesusasteraan dan pemerintahan di masa prakemerdekaan.

Pendirian bangunan Benteng Pannyua sekitar abad ke-14 oleh Raja Gowa ke-10 Karaeng Bonto Lakiung, awalnya berasal dari tanah liat.

Namun setelah Kerajaan Gowa dipimpin Daeng Manrabia atau Sultan Hasanuddin, benteng pertahanan itu kemudian dibangun dengan menggunakan batu dan hingga saat ini masih dapat dilihat sebagai bukti sejarah.(T.S036/Y008)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026