Logo Header Antaranews Makassar

Gubernur Sulsel tidak Adil Terhadap Daerah

Senin, 16 Juli 2012 22:00 WIB
Image Print
Bone, Sulsel (ANTARA News) - Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Dr Syahrul Yasin Limpo, MSi, MH, dinilai tidak adil dalam pembangunan infrastuktur di semua daerah karena ada yang menonjol dan ada pula terbelakang.

"Saya kira yang namanya pemimpin di Sulsel seorang Gubernur kan harus mampu memperlakukan perasaan adil kepada semua daerah, tidak harus ada daerah yang lebih menonjol ada daerah yang terbelakang," kata Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin akhir pekan lalu di Kabupaten Bone.

Hal itu berdasar pada keluhan masyarakat yang diterima saat safari politik Bakal Calon Gubernur ini di beberapa Kabupaten Kota. Dia menyebutkan, pembangunan di semua lini tidak berjalan sesuai dengan harapan dan janji politik.

Dia mencontohkan beberapa daerah tertinggal secara infrastruktur seperti Kabupaten Selayar, Bulukumba, Bone, Enrekang, Luwu dan beberapa daerah lainnya.

"Mungkin ini akibat dari pada ketidakmampuan masyarakat memberikan dukungan secara maksimal ketika proses pilkada itu berlangsung saat Syahrul mengalahkan Amin Syam empat tahun lalu," ujarnya.

Ia mengungkapkan, di era Gubernur Amin Syam lalu pembangunan infrastruktur sangat baik dan lancar karena didukung penuh oleh kepentingan pusat guna membangun daerah.

"Memang Pak Gubernur Syahrul ini boleh dikata ketiban sial. Ketika era dia (Syahrul) menjabat Gubernur, power politik Sulsel kecil di pusat dibanding jamannya Gubernur Amin Syam yang 'power full'," ungkap Wali Kota Makassar dua priode ini.

Dengan kurangnya keberpihakan pusat dalam hal ini masalah pembangunan infrastruktur di setiap daerah, maka secara otomatis pembangunan terhambat dan terlambat, apalagi bila tidak ditunjang inovasi tinggi dari pemimpin daerah.
"Keberpihakan pusat kan kecil sekali kita lihat. Inilah yang menyebabkan infrastruktur agak kewalahan di Sulsel. Tetapi kembali kepada kata kunci adalah keterbatasan kepada power politik dari pusat," ucapnya.
(T.KR-DF/003/)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026