Logo Header Antaranews Makassar

Belanda Undang Bupati Buol Paparkan Program MDGs

Senin, 1 Juni 2009 09:29 WIB
Image Print

Palu (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Belanda mengundang Bupati Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng) Amran Batalipu SE MM, untuk memaparkan program Millenium Development Goals (MDGs) yang sudah dilaksanakan oleh pemerintahannya, terutama terkait dengan upaya penanggulangan masalah penduduk miskin.

"Pemaparan Bupati Buol itu akan disampaikan dalam sebuah seminar di Nederland pada pertengahan Juni mendatang," kata Kepala Seksi Pemberitaan Pemkab Buol Musadianto ketika dihubungi ANTARA melalui telepon dari Palu, Senin.

Menurut dia, besar kemungkinan diundangnya Bupati Amran Batalipu ke negara "Kincir Angin" itu karena adanya penilaian sebelumnya dari Kedutaan Besar Belanda di Jakarta soal keberhasilan Pemkab Buol selama tiga tahun terakhir dalam mengembangkan berbagai program terkait percepatan penanggulangan kemiskinan.

Pemerintah kabupaten di bagian utara Provinsi Sulteng itu pada tahun 2008 menggulirkan program pencetakan sawah baru seluas 1.150 hektar untuk masyarakat miskin, selain memberikan bantuan 350 ekor sapi Bali guna dijadikan modal berusaha bagi penernak miskin setempat.

Masih pada tahun anggaran yang sama, Pemkab Buol juga menggulirkan bantuan peralatan penangkap ikan bagi ratusan rumah tangga miskin yang menghuni desa-desa pesisir pantai.

"Program yang kedua dan terakhir ini berjalan sangat bagus, karena disertai dengan kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh petugas dari instansi teknis," katanya.

Musadianto juga mengatakan, masih sangat banyak program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat miskin dilakukan oleh Pemkab Buol pada tahun anggaran 2009, baik dengan memanfaatkan dana alokasi umum maupun dana alokasi khusus.

"Pokoknya, hampir semua instansi teknis di daerah kami memiliki program untuk memberdayakan masyarakat miskin dengan porsi anggaran berbeda-beda. Sebab, sejak awal sudah diinstruksikan Bupati Batalipu untuk memprioritaskan penyelesaian masalah kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan," katanya.

(T.R015/R007)