Logo Header Antaranews Makassar

Dana TKI ke Sulsel Rp5,5 Miliar

Selasa, 2 Juni 2009 06:10 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Dana Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sulawesi Selatan yang bekerja di luar negeri, khususnya Malaysia, yang masuk ke sejumlah perbankan di Sulsel tahun 2008 mencapai Rp5,5 miliar, untuk keluarganya yang ditinggal selama ini.


"Uang TKI sebanyak itu sempat dideteksi di bank," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, Drs Saggaf Saleh, MH di Makassar, Selasa.

Menurutnya, dana TKI yang dikirim tahun lalu melalui lembaga perbankan di daerah ini bertambah dibanding yang ditransfer tahun 2007 sekitar Rp5 M.

Bahkan, uang TKI periode 2008 nilainya lebih besar dari jumlah tersebut sebab ada TKI yang menitip uangnya kepada keluarga atau teman sekerjanya yang kembali dari Malaysia setelah kontrak kerja mereka selesai di negara itu.

"Penitipan uang seperti ini tidak bisa dideteksi sebab mereka kirim langsung melalui anggota keluarga atau temannya karena dianggap lebih cepat dan aman," ujarnya seraya mengatakan, pengiriman uang TKI melalui bank tahun 2009 akan lebih banyak lagi karena kondisi keuangan di negara tetangga tersebut sudah normal.

Mengenai adanya pemulangan paksa 800 TKI dari Malaysia, termasuk enam orang dari Sulsel belum lama ini, Saggaf mengakui bahwa mereka itu adalah TKI ilegal yang masuk bekerja ke
negeri Jiran tanpa dilengkapi dokumen (paspor) dan visa kerja.

"Saya sudah tanyakan hal ini ke kedutaan RI di Malaysia, ternyata hanya enam orang TKI bermasalah dari Sulsel, selebihnya dari provinsi lainnya di Indonesia," katanya.

Hanya saja, ungkapnya, daerah asal TKI ilegal tersebut belum diketahui sebab setelah tiba di pelabuhan mereka langsung berangkat menuju kampung halamannya masing-masing dengan biaya sendiri.

Menurut Saggaf, hingga April 2009, Sulsel telah mengirim 1.800 TKI ke Tawao dan Serawak, Malaysia, untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit dan sebagian bekerja di industri pabrik di Kuala Lumpur.

Ini berarti, lanjutnya, jumlah TKI asal Sulsel yang sudah dikirim mencapai 70 persen dari target pengiriman tahun 2009 sebanyak 2.500 orang.

(T.PSO-099/F003)