Logo Header Antaranews Makassar

Bengkel Las di Makassar Terbakar

Jumat, 31 Agustus 2012 18:03 WIB
Image Print
Makassar (ANTARA News) - Satu unit rumah yang dijadikan bengkel las di jalan Abubakar Lambogo, Kelurahan Karuwisi, Kecamatan Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan, terbakar, Jumat.

Dalam peristiwa tersebut, satu korban bernama Saputra (21) diketahui mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta di Makassar terkena api dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Ibnu Sina.

Sebelumnya, korban hendak membantu memadamkan api yang mulai membesar di rumah yang berlantai dua tersebut, namun nahas si jago merah lebih dulu menyambar bagian belakang tubuhnya sehingga mengalami luka bakar.

Yanti istri pemilik rumah bernama Udin menyebutkan, api tidak diketahui asalnya, tiba tiba saja muncul di lantai dua. Ia menyebutkan, awalnya seorang tukang becak sempat melintas dan berteriak kepada tukang las yang sedang bekerja di lantai dasar ada asap dilantai dua.

Kemudian api mulai membakar lantai dua dan menjalar ke lantai satu, dirinya panik langsung keluar rumah, sementara pekerjanya sibuk memadamkan api selang beberapa menit pemadam kebakaran datang membantu memadamkan api.

"Kira-kira kejadian jam dua siang. Saputra ipar saya mau mengambil ijasah di kamarnya di lantai dua dan rencana mau ke kampus, tiba tiba kaget ada api dan mencoba memadamkan, tetapi malah terbakar," katanya.

Ia mengaku sedang tidur siang di lantai dasar rumahnya, beruntung kemanakan dan beberapa anggota keluarganya sedang tidak berada di rumah.

"Untung lantai dua berlantai papan dilapisi keramik, jadi tidak telalu parah api membakar. Alhamdulilah anggota keluarga lain tidak berada di rumah. Hanya pakaian dibadan saja yang saya pakai," katanya.

Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran menjinakkan api sehingga tidak menjalar ke rumah lainnya yang berdekatan. Dugaan sementara api berasal dari hubungan arus pendek listrik di plafon lantai dua rumah tersebut dan saat ini terpasang garis polisi, kerugian ditaksir puluhan juta rupiah. (T.KR-DF/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026