
Program "Anggur Merah" di Sarai Sangat Membantu

Kupang (ANTARA News) - Program Desa/Kelurahan Mandiri 'Anggur Merah" yang diluncurkan Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya pada 2010 lalu, sangat membantu masyarakat di Desa Teriwu, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua (Sarai).
"Program ini sangat membantu masyarakat, karena sebelum adanya program ini, masyarakat punya lahan, masyarakat punya kemampuan, tapi susah untuk mendapatkan pupuk, dengan adanya program ini, bisa mendukung usaha pertanian di Desa Teriwu," kata Pendamping Kelompok Masyarakat (PKM) Desa Teriwu Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Oktovianus Bangkaris Saleh, di Kupang, Rabu.
Menurut dia, program ini tidak hanya membantu masyarakat di Desa Teriwu sebagai desa sasaran program 'Anggur Merah; tetapi di hampir semua desa Kabupaten Sabu Raijua, karena disamping masyarakat Desa Teriwu yang membeli pupuk di koperasi yang disiapkan, tetapi juga masyarakat di kecamatan tetangga.
Tentang jenis usaha dan perkembangan pelaksanaan program dia menjelaskan, saat sosialisasi program 'Anggur Merah di Desa Teriwu, dirinya bersama kepala desa dan masyarakat sepakat untuk membentuk koperasi.
Semua sepakat untuk membentuk koperasi serba usaha yang diberi nama Mira Keddi dan Kelompok Mpne Kiha yang melaksanakan usaha penyulingan minyak kayu putih dengan modal awalnya bersumber dari dana Program Desa Mandiri Anggur Merah yang bergerak disektor penyediaan kebutuhan untuk mendukung usaha pertanian masyarakat Desa Teriwu.
"Awalnya terasa berat dalam menyatukan persepsi dan komitmen masyarakat di Desa Teriwu, namun seiring berjalan waktu dan atas dukungan kepala desa, koperasi kami bisa berjalan sesuai dengan harapan bersama," katanya.
Saat ini, usaha koperasi berkembang pesar. Hal ini dibuktikan dengan realisasi setoran koperasi berjumlah 239 juta dari pinjaman awal berjumlah Rp240 juta dan Rp10 juta untuk usaha penyulingan minyak kayu putih Kondi September 2012.
Koperasi Mira Keddi saat ini juga menjadi salah satu distributor pupuk di Kabupaten Sabu raijua, yang melayani kebutuhan masyarakat di daerah yang baru memisahkan diri dari Kabupaten Kupang tiga tahun lalu itu, katanya.
Dia mengharapkan agar masyarakat memberikan dukungan terhadap program pro rakyat ini ini karena merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat di bumi Flobamora, sebutan untuk tiga pulau besar di NTT yakni Flores, Sumba dan Timor, yang kini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pada tahun ke dua ini.
Program Desa Mandiri Anggur Merah (anggaran untuk rakyat menuju sejahtera) adalah program pembangunan ekonomi rakyat yang diluncurkan Gubernur NTT Frans Lebu Raya pertama pada 20 Desember 2010 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Provinsi Nusa Tenggara Timur ke-52.
Dalam program ini, setiap desa/kelurahan diberikan suntikan dana hibah sebesar Rp250 juta dari APBD NTT untuk usaha ekonomi produktif.
Dana ini tidak dikembalikan kepada pemerintah tetapi menjadi modal di desa dan seluruh masyarakat desa bisa memanfaatkan dana itu untuk usaha ekonomi produktif, tanpa harus ke kota untuk mengajukan pinjaman di bank.
Pada setiap desa ini pula ditempatkan salah satu petugas yang direkrut pemerintah sebagai pendamping kelompok masyarakat (PKM) di desa untuk membentuk kelompok sekaligus membantu mempersiapkan masyarakat dalam menyiapkan usaha ekonomi produktif. (T.B017/B012)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
