
Dinkes Majene Terima DAK 2013 Rp5 Miliar

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menyebutkan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diterima tahun 2013 sebesar Rp5 miliar, diproyeksikan untuk program fisik dan pengadaan kebutuhan obat pada seluruh unit kerja Dinkes di Majene.
Kepala Dinkes Majene, Evawaty di Majene, Sabtu, menyebutkan DAK yang telah disepakat pemerintah pusat untuk dialokasikan di Majene tahun 2013 ini diperuntukkan sebesar 50 persen pada program fisik dan 50 persen sisanya untuk pengadaan obat di seluruh Puskesmas, pusat kesehatan desa (Puskesdes), dan pusat kesehatan terpadu (Pustu).
"Khusus untuk program fisik, sebesar Rp2,5 miliar akan kita arahkan pada penambahan Puskesdes, penambahan sarana kesehatan di beberapa desa yang membutuhkan, dan yang utama adalah pengembangan Puskesmas melalui penambahan ruangan rawat inap," terangnya.
Penambahan ruang rawat inap di sejumlah Puskesmas dianggap mendesak sebab beberapa warga kecamatan yang rumahnya jauh dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) bisa mendapat pelayanan intensif di Puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD.
"Kita bersyukur sebab setiap tahun DAK yang digelontorkan di Majene mengalami peningkatan. Tahun ini, DAK yang kita terima dan telah direalisasikan sebesar Rp3,5 miliar, meningkat sebesar Rp1,5 miliar dan dana itu terdiri dari Rp1,5 miliar untuk pengadaan obar dan Rp2 miliar untuk fisik," papar Evawaty.
Dia mengharapkan, dengan adanya maksimalisasi anggaran dan penambahan jumlah setiap tahun mampu mengantisipasi beberapa masalah kesehatan, utamanya bagi warga yang berada di wilayah pelosok.
Untuk itu, lanjutnya, anggaran tersebut lebih diarahkan untuk pengembangan Puskesmas sebab itu untuk memenuhi kebutuhan warga pelosok agar jarak yang harus ditempuh tidak terlalu jauh untuk mendapatka pelayanan rawat inap di RSUD, pelayanan bisa didapatkan di Puskesmas.
"Apalagi, setiap Puskesmas telah dilengkapi dengan dokter ahli sehingga pelayanannya tidak jauh berbeda. Meskipun diakui pelayanan di RSUD lebih baik sebab dilengkapi dengan peralatan dan dokter ahli yang lengkap," ungkap Evawaty. (KR-AHN/N001)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
