
PNPM Mamuju Bangun 34 PLTMH

Mamuju (ANTARA News) - Program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri pedesaan (PNPM-MP) di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat membangun 34 unit pembangkit listrik tenaga mikro hidro.
Tim Fasilitator PNPM-MP Kabupaten Mamuju, Andi Wahyuddin di Mamuju, Minggu, mengatakan semenjak program PNPM-MP digulirkan di Mamuju sejak tahun 2007 sampai tahun 2012 telah berhasil dibangun sebanyak 34 unit PLTMH.
Ia mengatakan, pembangunan PLTMH tersebut menghabiskan anggaran mencapai Rp7,3 miliar dengan memanfaatkan anggaran pemerintah pusat melalui APBN, dan PLTMH itu kini dinikmati masyarakat sebagai sarana penerangan.
Menurut dia, pembangunan sebanyak 34 unit PLTMH dlaksanakan pada sejumlah desa di enam kecamatan yakni Kecamatan Mamuju, Kalukku, Papalang, Tommo, Kalumpang dan Kecamatan Budong Budong yang merupakan wilayah yang tersentuh program PNPM di Mamuju.
"Masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki sarana listrik kini terbantu dengan adanya sarana listrik tersebut, sebagai sarana penerangan mereka dalam melakukan aktivitas ekonomi," katanya.
Ia mengatakan PLTMH yang dibangun bersama masyarakat memanfaatkan aliran sungai sebagai sumber pembangkit listrik, pada daerah yang sulit dijangkau PLN di atas pegunungan Mamuju.
Menurut dia, program PNPM yang dilaksanakan di Mamuju telah menghabiskan dana sekitar Rp55,3 miliar, untuk membangun sarana infrastruktur bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, dan untuk peningkatan sumber daya masyarakat.
Ia mengatakan, anggaran PNPM itu digunakan melaksanakan pembangunan di Kecamatan Mamuju, dengan anggaran sekitar Rp9,2 miliar, Kecamatan Kalukku sekitar Rp8,95 miliar, Kecamatan Tommo Rp6,4 miliar, Kecamatan Budong Budong Rp14,25 miliar, Kecamatan Kalumpang Rp13,75 miliar dan Kecamatan Papalang sekitar Rp2,75 miliar.
Ia mengatakan, dengan anggaran tersebut berarti PNPM telah memberikan kontribusi bagi pembangunan di Mamuju, karena tingkat pelayanan masyarakat semakin membaik. (T.KR-MFH/H-KWR)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
