Logo Header Antaranews Makassar

Bupati Majene Ajak Dialog Warga Ulumanda

Rabu, 31 Oktober 2012 10:07 WIB
Image Print

Majene, Sulbar (ANTARA) - Bupati Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, H. Kalma Katta, akhirnya ikut turun tangan mengatasi aksi warganya yang melakukan pemblokiran jalur trans Sulawesi, dengan mengajak dialog dengan perwakilan warga Kecamatan Ulumanda.

"Baru saja bupati Majene melakukan dialog dengan perwakilan warga Ulumanda terkait tuntutan warga untuk melakukan perbaikan akses jalan yang menghubungkan daerah Salutambung menuju Kecamatan Ulumanda,"kata Fahruddin, Koordinator Aksi Aliansi Masyarakat Pegunungan Ulumanda di Majene, Selasa.

Menurutnya, bupati Majene tetap memberikan apresiasi atas aksi yang dilakukan warga Ulumanda. Namun demikian, aksi pemblokiran jalan trans Sulawesi diminta untuk segera dihentikan karena mengganggu para pengguna jalan yang melintasi trans Sulawesi bagian barat,

"Bupati berjanji akan meneruskan tuntutan warga kepada gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh setelah kembali dari Jakarta. Pembangunan jalan menuju daerah Ulumanda menjadi tanggungjawab saya selaku bupati dan pemerintah provinsi,"katanya.

Karena itu kata dia, aksi pemblokiran jalan untuk sementara tetap dihentikan hingga menunggu kejelasan dari gubernur Sulbar.

"Kami masih memberikan toleransi kepada gubernur terkait janji-janji politiknya saat pilgub bahwa akan memperbaiki akses jalan di Ulumanda hingga tembus ke Mambi, Kabupaten Mamasa,"katanya.

Akan tetapi, apabila gubernur tidak memberikan penjelasan hingga akhir pekan mendatang maka warga akan kembali turun gunung melakukan aksi yang lebih besar dengan mengerahkan ribuan warga untuk kembali memblokir jalan trans Sulawesi.

"Ini sengaja kami lakukan agar gubernur selaku kepala pemerintahan tertinggi di Sulbar bergerak cepat untuk memenuhi tuntutan masyarakat,"ujarnya.

Fahruddin mengatakan, kondisi akses jalan ke Ulumanda sekarang ini sungguh memprihatinkan sehingga berdampak buruk terhadap perekonomian masyarakat.

"Kendaraan alternatif yang digunakan masyarakat masih tradisional dengan memanfaatkan Kuda. Ini telah berlangsung semenjak berpuluh-puluh tahun tanpa ada upaya perbaikan dari pemerintah,"kata dia.
(T.KR-ACO/Y006)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026