
Laskar Merah Putih Datangi Panwaslu Sulsel

Makassar (ANTARA News) - Sebanyak 30 orang lebih tergabung dalam Laskar Merah Putih mendatangi Kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sulawesi Selatan, Kamis.
Hal itu terkait pemeriksaan Kadispora Makassar Agus AS mengenai pengadaan baju kaos acara jalan santai memperingati HUT Makassar ke 404 tahun.
Pada bagian belakang baju tersebut lebih ditonjolkan logo pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Ilham-Aziz (IA). Agus AS pun diketahui Ketua Laskar Merah Putih Makassar
"Ada apa banyak begini, kami merasa ada indikasi intimidasi dari orang-orang ini sehingga pemeriksaan bisa tergangu," kata jubir Panwaslu Sulsel Anwar Ilyas.
Kendati banyaknya orang yang masuk di dalam kantor Panwaslu, Kata Anwar, pihaknya tetap sabar menghadapi, sebab demokrasi dilakukan dengan kepala dingin akan berjalan dengan aman dan terkendali.
"Saya santai saja menghadapi mereka, meskipun ini 'pressure' buat panwaslu, kami tetap jalan kok,"akunya.
Anwar menyebutkan, pertanyaan yang dilontarkan sebanyak 17 pertanyaan dan tidak ada rahasia apapun, dan Agus sendiri menjawab beberapa pertanyaan, tetapi suasana di kantor Panwaslu menjadi ribut karena dipenuhi orang.
Usai pemeriksaan Agus berkilah, kedatangan laskar merah putih sebagai dukungan moral saja tanpa ada paksaan apalagi melakukan intimidasi kepada panwaslu.
"Saya datang kemari untuk memghadiri panggilan panwaslu sakligus klarifikasi, panwas bekerja profesional saya memberikan apresiasi," ucapnya.
Dia berkilah, kostum yang digunakan peserta jalan santai itu dibiyayai pihak sponsor dan masyarakat karena berpartisipasi mensukseskan jalan santai. Rencananya akan di masukkan dalam rekor Museum Indonesia (MURI).
"Kegiatan ini mendidik masyarakat untuk sehat, kalau ada orang yang dipaksa silahkan ke panitia dan kita kembalikan uang pendaftarannya. Kemungkinan ada grand desain oknum tertentu dibalik ini," kilahnya. (T.KR-DF/N001)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
